F. Ryan Agung/Batam Pos
Kepala Dispora Kepri Maifrizon usai menyerahkan trofi kepada tim SSB Karisma Medan (kostum merah hitam), juara I Kejuaraan Sepak Bola U-12 Piala Gubernur Kepri, di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, Minggu (24/3/2019).

batampos.co.id – Sekolah Sepak Bola (SSB) Karisma Medan tampil sebagai juara pertama dalam kejuaraan sepak bola U-12 Piala Gubernur, setelah di partai final mengalahkan SSB Kemuning Lion dengan skor tipis 1-0, di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Batam, Minggu (24/3).

Satu-satunya gol kemenangan SSB Karisma dicetak melalui titik putih pada babak pertama usai pemainnya dijatuhkan oleh pemain SSB Kemuning Lion di area kotak penalti. Hingga pertandingan berakhir SSB Kemuning Lion tak berhasil menyamakan kedudukan, dan gelar juara menjadi milik SSb Karisma Medan.

Tak hanya gelar juara, SSB Karisma Medan juga berhasil memboyong tiga gelar lainnya. Yakni gelar pemain terbaik yang disabet Akbar Nur Vaki. Kemudian gelar top skor yang diraih M Wibi Febriansyah Putra berkat raihan 18 gol. Dan yang terakhir adalah gelar pelatih terbaik yang diraih Sumitro.


Sementara itu, gelar kiper terbaik menjadi milik penjaga gawang SSB Kemuning Lion Abdurahman Aziz. Para penyandang gelar terbaik ini berhak atas trofi, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp 500 ribu. Sedangkan SSB Karisma Medan, peraih juara pertama, berhak atas trofi, medali, piagam, dan uang pembinaan sebesar Rp 12,5 juta. Dan SSB Kemuning Lion yang harus puas sebagai runner-up berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 6 juta.

Peringkat tiga menjadi milik SSB Bintan Muda yang berhasil menekuk SSB Bida Taruna dengan skor 1-0. Kemenangan ini membawa SSB Bintan Muda meraih trofi, medali, piagam, dan uang pembinaan sebesar Rp 3 juta. Sedangkan SSB Bida Taruna yang menempati posisi keempat berhak atas piagam, trofi, dan uang pembinaan sebesar Rp 1,5 juta.

Pelatih SSB Karisma Medan Sumitro memberi apresiasi atas gelaran ini. Ia berharap turnamen ini terus bisa dilaksanakan setiap tahunnya.

”Event ini berjalan sangat memuaskan. Baik itu dari segi panitia, pengadil di lapangan, juga para pesertanya. Kami akan berlatih lagi untuk bisa mempertahankan gelar juara tahun depan,” ujarnya.

Kejuaraan yang digelar selama dua hari atau sejak Sabtu (23/3), diikuti 36 SSB dari dalam dan luar Kepri. Sebanyak 32 SSB berasal dari Batam, Tanjungpinang dua SSB, Bintan tiga SSB, Karimun lima SSB, Kundur satu SSB, dan Medan dua SSB.

”36 tim ini dibagi menjadi 12 pool, dimana masing-masing pool terdiri dari tiga tim. Babak penyisihan pool dilaksanakan Sabtu (23/3) dan hanya juara grup serta runner-up yang lolos ke babak selanjutnya,” terang Ketua Panitia Yora.

Yora menuturkan dalam satu pertandingan dimainkan dalam tempo 2×12 menit. Dan pertandingan dari babak penyisihan hingga final dimainkan dalam dua lapangan.

”Tujuan kejuaraan ini sebagai ajang silaturahmi antar-SSB dan juga menambah jam terbang pemain. Juga sebagai ajang pencarian bibit unggul pesepabola muda Kepri,” tegas Yora.

Sedangkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri Maifrizon mengatakan, kejuaraan ini sebagai bentuk partisipasi dan perhatian pemerintah pada pembinaan olahraga. Ajang ini juga dimaksudkan untuk melihat sejauh mana pembinaan sepak bola di Kepri.

”Alhamdulillah animo peserta kejuaraan ini sangat besar. Dan dari luar Kepri seperti Medan juga ada. Sebetulnya ada 10 provinsi yang mendaftarkan diri mengikuti kejuaraan ini,” terang Maifrizon.

Hanya saja, lanjutnya, kenaikan harga tiket transportasi udara menjadi kendala bagi tim-tim yang sudah mengajukan diri mengikuti kejuaraan ini.

”Last minutes mereka terpaksa menarik keikutsertaan lantaran harga tiket yang kelewat tinggi,” keluhnya.

Maifrizon juga mengatakan bahwa kejuaraan ini dibuka langsung Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

”Bahkan selama dua hari penyelenggaraan Gubernur Kepri menyempatkan diri untuk mengunjungi kejuaraan ini. Gubernur bermaksud untuk memberikan motivasi pada pesepakbola muda yang tengah berlaga agar bisa meraih prestasi maksimal,” ujarnya.

Maifrizon juga mengucapkan selamat pada SSB Karisma Medan yang berhasil menjadi yang terbaik.

”Terus berlatih dan tingkat kan prestasi setinggi mungkin. Tahun depan akan digelar lagi kejuaraan yang sama dengan hadiah yang jauh lebih banyak,” janjinya.

”Sedang bagi pesepakbola Kepri, beberapa akan diikutkan dalam seleksi PPLP Sepakbola Kepri. Gelaran ini memberi bukti jika pembinaan usia dini dan muda di Kepri mulai berkembang,” kata Maifrizon. (yan)

Loading...