
foto: batampos.co.id / cecep mulyana
batampos.co.id – Proyek pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Bengkong Sadai sudah rampung 34 persen. Namun, prosesnya menyisakan sejumlah masalah yang harus segera dibenahi, seperti jalanan yang rusak akibat penanaman pipa IPAL.
Pantauan Batam Pos, jalanan yang paling banyak me-ngalami kerusakan yakni di Jalan Raja Haji Fisabilillah Batam Center, Raja M Tahir atau di sekitar Perumahan Greenland, Batam Centre, kemudian jalanan di Perumahan Anggrek Mas 1, Batam Centre dan beberapa kawasan lainnya.
”Tolong fotokan ya. Kami akan segera perbaiki. Karena perbaikan jalan itu masih tanggung jawab Hansol dan subkontraktor. Masa pemeliharaannya setahun kok,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam Iyus Rusmana, Senin (25/3).
Ia kemudian menuturkan, saat ini aspal yang digunakan untuk memperbaiki jalan rusak belum tersedia.
”Memang belum bisa diaspal. Sekarang sumbernya habis, sekarang aspal lagi kosong. Tapi secepatnya akan diaspal,” paparnya.
Pantauan Batam Pos, jalanan di sekitar Perumahan Greenland hampir setengah-nya rusak. Penyebabnya, karena subkontraktor yang mengerjakan proyek itu belum menambal jalan tersebut sebagaimana mestinya.
Proses tambalnya masih setengah sehingga menurunkan level jalanan di kawasan tersebut. Hal yang sama juga bisa ditemui di Perumahan Anggrek Mas 1.
Sedangkan jalan dari Ocarina menuju Bengkong juga rusak. Jalan tersebut merupakan tempat pemasangan pipa bertekanan yang berfungsi mengalirkan air limbah domestik dengan pompa menuju stasiun pompa pertama.
”Wah, jalan ke Bengkong hancur bukan karena kami. Justru bekas galian masih utuh. Coba dicek. Jalannya rusak karena banyak truk-truk proyek lewat di sana,” ujarnya.
Pantauan Batam Pos, jalanan tersebut memang melewati daerah proyek pemba-ngunan properti sehingga banyak angkutan berat yang berseliweran di sana. (leo)
