Senin, 16 Februari 2026

Kurangi Pemasangan Baliho, Pilih Door to Door

Berita Terkait

ilustrasi
foto: batampos.co.id / aziz maulana

batampos.co.id – Baliho atau spanduk calon legislatif (caleg)di pinggir jalan dan di persimpangan didominasi caleg baru. Sementara caleg peta-hana atau incumbent menggencarkan sosialisasi door to door dan mengurangi pemasangan baliho.

Edward Brando, ketua Komisi II DPRD Kota Batam yang merupakan caleg dari PAN mengaku, menjadi incumbent memudahkan mereka untuk sosialisasi. Ia menilai bahwa popularitas incumbent jauh mengalahkan caleg baru.

”Selama menjadi anggota dewan kan kita sudah bekerja untuk rakyat. Kita sering bertemu dengan konstituen baik saat reses dan sebagai-nya. Jadi lebih mudah dikenal,” katanya.

Menurut Edward, saat ini kebanyakan caleg incumbent lebih gencar sosialisasi door to door. Memaparkan hasil-hasil yang dikerjakan selama menjadi anggota DPRD Batam.

”Kalau dulu waktu mencaleg pertama kali, cost politiknya memang lebih mahal. Baliho harus banyak dan besar-besar. Kalau sekarang, baliho kecil-kecil saja. Yang penting selama terpilih, kita sudah berbuat di tengah masyarakat,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Werton P, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra. Ia mengakui, saat ini sangat sulit menemui baliho di dapilnya. Hanya ada beberapa baliho, itu pun de-ngan ukuran kecil. ”Baliho saya sedikit. Kalau yang incumbent ini memang yang kita tonjolkan adalah apa yang sudah kita perbuat,” katanya.

Ia mengaku, tahun 2014 lalu, jumlah balihonya lebih ba-nyak dibanding tahun ini. Maklum, ia saat itu baru menjadi caleg. Popularitasnya tidak seperti sekarang ini.

”Kalau cost politik harus tetap ada. Tapi memang tidak sebesar dulu. Selama hampir lima tahun ini kita berbuat kepada masyarakat, dan bagaimana kita merawat konstituen kita,” tambahnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kepri Onward Siahaan juga mengakui bahwa baliho atau spanduk incumbent biasanya kalah jumlahnya dengan caleg baru. Alasannya karena popularitas incumbent itu lebih bagus.

”Kalau saya baliho dan spanduk saya kecil-kecil saja. Yang penting selama ini kita berusaha merawat konstituen kita,” ujarnya.
Sama dengan periode sebelumnya, politik uang atau memberikan bantuan uang ke pribadi-pribadi tidak akan dilakoni. Ia akan lebih masuk ke komunitas atau kelompok untuk pembinaan seperti yang ia lakukan selama ini.

”Misalnya selama ini kita membuat kelompok-kelompok kecil untuk UMKM, bagusan yang seperti ini kita bantu. Kalau untuk orang per orang, kita lebih gencarkan door to door untuk mengikat hubu-ngan atau kedekatan emosional,” katanya.

Menurut Onward, selama menjadi anggota DPRD Kepri, ia berupaya memperjuangkan apa yang menjadi harapan konstituennya. Tidak membatasi pertemuan dengan konstituen menjadi modal baginya.

”Kalau selama menjadi anggota DPRD kita memperhatikan konstituen, maka akan lebih mudah untuk masuk lagi,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan Udin P Sihaloho, anggota DPRD dari PDI Perjuangan. Ia mengakui bahwa menjadi anggota DPRD aktif yang sudah berbuat kepada masyarakat lebih mudah masuk dan diterima masyarakat. Pendekatan lebih mudah lewat usulan dan perjuangan sebuah proyek untuk masyarakat.

”Intinya, apa yang sudah kita lakukan selama menjadi anggota DPRD. Kita mengandalkan apa yang sudah kita perbuat,” katanya.

Dari pantauan Batam Pos, di setiap persimpangan dan pinggir jalan besar di Batam ada baliho-baliho besar dari caleg yang masih baru. Mi-salnya di Simpang Aviari dan RSUD Embung Fatimah, baliho di sana didominasi caleg baru. Termasuk sepanjang jalan raya di Tiban dan di daerah lainnya. (ian)

Update