ilustrasi
foto: sapna

batampos.co.id – Pegatron dan sejumlah perusahaan baru lainnya yang masuk ke Batam diprediksi akan membuka lowongan kerja setelah lebaran yang jatuh pada awal Juni mendatang. Pasalnya, sejak menerima nomor izin berusaha (NIB) pada Februari lalu, perusahaan-perusahaan asing tersebut masih merenovasi pabrik yang disewanya dari pengelola kawasan industri.

”Ini lagi dalam proses semua memasuki tahap renovasi. Renovasi ini diperkirakan berlangsung selama tiga bulan. Februari dapat NIB, maka proses renovasi dai Maret hingga Mei. Kalau renovasi-nya bersifat kompleks, mungkin akan tambah lama,” kata Manager General Affair Batamindo, Tjaw Hoeing, Senin (25/3/2019).

Adapun sejumlah perusahaan asing yang memilih Batamindo sebagai lokasi pabriknya antara lain Pegatron dari Taiwan, Maruho dari Jepang, Sammyung dari Korea, dan Simatelex dari Hongkong.

”Maruho ini sudah masukkan mesin. Mereka ambil pabrik bertipe 1.000 meter persegi. Sedangkan progres renovasi Simatelex sudah mencapai 70 persen,” ucapnya.

Sedangkan untuk lowongan kerja, perusahaa-perusahaan tersebut baru merekrut karya-wan level eksekutif seperti Human Resources Departement (HRD), Plant Manager dan lainnya.

”Tinggal buruhnya saja. Proses perekrutannya akan berjalan paralel dengan penyelesaian akhir proses renovasi,” ucapnya lagi.

Untuk perusahaan dengan rekrutan terbesar yakni Pegatron yang akan merekrut 1.000 karyawan, terdiri dari 800 tenaga kerja wanita dan 200 tenaga kerja pria. Sedangkan dua perusahaan lainnya hanya akan merekrut 100-an karyawan saja.

Total investasi dari keempat perusahaan ini mencapai 49,3 juta dolar Amerika. Dengan rincian, Pegatron dari Taiwan dengan investasi sebanyak 40 juta dolar Amerika, Maruho dari Jepang dengan nilai investasi 1,6 juta dolar Amerika, Sammyung dari Korea Selatan dengan nilai investasi 4,5 juta dolar Amerika dan Simatelex dari Hongkong dengan nilai investasi 3,2 juta dolar Amerika.

”Semuanya telah mendapatkan NIB dan izin usaha industri (IUI) melalui Online Single Submission (OSS) dan memerlukan sekitar 1.300 tenaga kerja,” ucapnya.

Sedangkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid menyambut baik geliat investasi di Batam lewat masuknya perusahaan-perusahaan asing dari Asia Timur.

”Sebagaimana kita ketahui bahwa porsi perekonomian Kepri itu disumbang oleh perekonomian Batam sebesar 70 persen. Ini menurut saya merupakan kerja keras pemerintah membenahi investasi dan perizinan di Batam,” paparnya.

Bukti kerja keras itu terbukti dari peningkatan porsi pembentukan modal tetap bruto yang mencapai pertumbuhan 3,87 persen pada tahun lalu.

”Kebangkitan ekonomi baru akan dirasakan pada tahun depan. Karena tahun ini masih tahap awal persiapan masuknya investasi baru ke Batam. Prosesnya bisa lama juga sehingga dampak ekonomi baru akan terasa tahun depan,” paparnya. (leo)