foto: rani untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Kebakaran hutan di beberapa titik di Kota Batam masih menjadi persoalan serius. Pasalnya, hutan yang harusnya dilin-dungi perlahan habis dan dilalap si jago merah karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Misalnya, akibat orang yang membuang puntung rokok sembarangan atau memang sengaja membakar hutan untuk membuka lahan.

Data dari Manggala Agni Daops Batam sepanjang tahun 2019 atau hingga Maret ini, total 97,9 hektare hutan dan lahan yang terbakar dan telah dipadamkan oleh Manggala Agni Daops Batam Kemen-terian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera.

”Sejauh ini dari total lahan yang telah kita padamkan, terdapat 97,9 hektare area secara keseluruhan yang tersebar di 19 titik berbeda. Itu di luar area yang dipadamkan oleh pemadam dari BP dan Pemko Batam,” ujar Kepala Manggala Agni Daops Batam KLHK Wilayah Sumatera Ihsan Abdillah, Selasa (26/3).

Ihsan mengatakan, jika ditotal jumlah lahan yang terbakar di seluruh Batam saat musim kemarau ini, ia memperkirakan sekitar 250 hektare lahan dan hutan.

“Jumlah itu digabungkan semua dari lahan yang dipadamkan BP Batam, Pemko Batam dan Manggala Agni,” katanya.

Ia menyebut, area yang pa-ling luas kebakarannya yakni Tanjungriau, dengan total area terbakar sekitar 30 hektare.

Kemudian, lahan di wilayah Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang dengan total luas 15 hektare. Sementara kebakaran yang melanda wilayah sekitar area Dam Duriangkang seluas 10 hektare.

”Kendalanya di Duriangkang lokasinya berada di seberang waduk, kita harus menyeberang karena tidak ada akses jalan. Jadi kita turun bersama tim gabungan, kepolisian, TNI dan BP Batam menaiki boat,” jelasnya.(cr1)