
batampos.co.id – Ujian nasional tingkat SMK di Batam berjalan lancar, tanpa ada gangguan. Selama ujian berlangsung, pemadaman listrik juga tidak terjadi. Namun, UN yang dilaksanakan masih terdiri dari 3 sif karena masih adanya keterbatasan jumlah komputer yang tersedia di setiap sekolah.
Di SMKN 7 Batam misalnya. Terdapat 265 siswa yang mengikuti ujian. Namun, karena fasilitas sekolah hanya memiliki tiga lokal yang ada fasilitas komputer. Ujian dilak-sanakan dalam tiga sif.
”Harapan ke depan, kami maunya satu sif. Hari ini (26/3) kami melaksanakan UN Matematika,” kata Humas SMKN 7 Batam Kholiq Jauhari, kemarin.
Namun, walaupun pelak-sanaan UN dengan sistem 3 sif, Kholiq mengaku tidak ada problem, baik permasalahan jaringan maupun komputernya. Terkait kelistrikan, Kholiq mengaku SMKN 7 telah menyiapkan genset untuk berjaga-jaga apabila adanya pemadaman.
”Berjaga-jaga juga kami,” ucapnya.
SMKN 7, sambung Kholiq, memiliki 6 jurusan. Namun, tahun ini siswa yang mengikuti ujian hanya dari jurusan perkantoran, perbankan, teknik jaringan. Sedangkan dua jurusan lainnya yakni Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik, masih terbilang baru. Sebagian besar siswanya masih duduk di kelas 11.
”Persentase kelulusan SMKN 7 selalu bagus. Dari yang sudah lulus itu, sebanyak 60 persen siswa kami memilih untuk kuliah, 30 persen bekerja, 10 persen memilih jalur mandiri (berdagang),” ungkapnya.
Pelaksanaan UNBK di SMKN 7, tidak jauh beda di SMKN 6 Batam. Sekolah negeri berbasis industri terletak di Kawasan Industri Kabil tersebut, juga melaksanakan ujian dengan menggunakan sistem tiga sif.
”Sejauh ini lancar tanpa hambatan. Kami menggunakan 3 ruangan dengan jumlah komputer tiap ruangan berbeda. Ada yang 38 unit, 34 unit dan 20 unit. Selain itu, kami juga memiliki komputer cadangan, apabila ada komputer yang rusak atau error,” kata Wakil Kepala SMKN 6 Batam Bidang Kurikulum Hasmar Dedi kemarin.
Ia menyebutkan 251 orang siswa yang mengikuti UNBK tahun ini, semuanya adalah tenaga kerja yang siap pakai. Dari 251 orang ini, terdapat 60 siswa yang begitu lulus langsung bekerja di beberapa perusahaan-perusahaan di kawasan kabil.
”Sebanyak 60 itu masuk dalam program kelas industri. Mereka belajar dan magang, untuk persiapan menjadi pegawai di Citramass. Kelas yang dibuka itu, Industri Mesin dan Pengelasan,” ucapnya.
Disdik Bagikan Laptop untuk Sekolah
Sementara itu, Disdik Kota Batam mendistribusikan 200 laptop kepada sekolah penye-lenggara UNBK tahun ini.
”Sudah kami bagikan sekitar dua minggu lalu,” kata Kepala Disdik Batam Hendri Arulan, Selasa (26/3).
Bantuan ini merupakan salah satu upaya Disdik dalam memenuhi sarana dan prasaran penunjang UNBK tingkat SMPN.
”Saat ini yang ikut UNBK ada 26 sekolah negeri. Dari sekian banyak masih ada sekolah yang menumpang ke sekolah lain agar bisa ikut UNBK dan belum semua bisa mandiri,” jelasnya.
Hendri mengatakan, bantuan tidak saja diberikan untuk sekolah yang berada di perkotaan namun juga pesisir. Hal ini bertujuan untuk pemerataan pelaksanaan UNBK di Batam. Beberapa sekolah penerima seperti SMPN 1 dan 2 Batam yang berada di Belakangpadang mendapatkan delapan komputer dan dua server setiap sekolah.
Menurutnya meskipun berada di pesisir pemenuhan sarana dan prasaran wajib dilakukan.
”Mereka termasuk yang prioritas. Sebenarnya mereka sudah UNBK meskipun masih menumpang di sekolah lain. Ke depan jangan numpang lagi dan bisa mandiri,” terangnya.
Ia menyebutkan secara bertahap seluruh fasilitas pendukung diupayakan untuk dipenuhi. Meskipun sekolah belum bisa memenuhi seluruhnya, peran orangtua siswa sangat membantu.
”Ada sebagian sekolah yang meminjam kepada orangtua siswa. Ini tidak apa-apa karena memang disetujui mereka. Nanti secara bertahap kami coba penuhi ke depannya,” tuturnya.
Pelaksanaan UNBK yang tinggal menghitung hari, diharapkan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Seluruh siswa bisa mendapatkan hasil terbaik dan bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.
”Kami targetnya tetap terbaik di Kepri. Seluruh persiapan sudah dilakukan termasuk try out dan lainnya,” lanjut Hendri.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Batam Erna mengaku sa-ngat senang menjadi salah satu sekolah penerima bantuan laptop ini. Ia berharap tidak lagi menumpang di sekolah lain.
”Kami sudah tahun ketiga UNBK. Tentu adanya tambahan ini kami bisa ujian mandiri,” ucapnya.
Saat ini, kata dia, sekolah sudah memiliki lima unit komputer. Maka, dengan adanya tambahan delapan laptop ini, pihaknya bisa menggelar ujian dua sesi karena jumlah siswanya tidak banyak. ”Alhamdulillah mudah-mudahan tahun depan bisa mandiri. Kalau sekarang persiapan jaringan dan lainnya tidak bisa karena waktu pelaksanaan sudah semakin dekat. Jadi kami masih numpang dulu,” tambahnya.
Berdasarkan data Disdik Batam beberapa sekolah penerima bantuan laptop, yaitu SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, SMPN 9, SMPN 10, SMPN 16, SMPN 20, SMPN 22, SMPN 23, SMPN 25, SMPN 27, SMPN 28, SMPN 29, SMPN 30, SMPN 31, SMPN 34, SMPN 35, SMPN 36, SMPN 37, SMPN 38, SMPN 42, SMPN 43, SMPN 50 SMPN 51 dan SMPN 52 Batam. Masing sekolah mendapatkan delapan laptop dan dua server. (yui/ska)
