ilustrasi

batampos.co.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama Forum Pembina Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOPSSI) menggelar kejuaraan Liga Mahasiswa Piala Menpora U-21 2019. Liga Mahasiswa ini rencananya akan digelar di 34 provinsi di Indonesia.

Koordinator Liga Mahasiswa Provinsi Kepri Yudi Candra mengatakan, Liga Mahasiswa ini adalah kejuaraan berjenjang yang diperuntukkan bagi perguruan tinggi sederajat. Untuk Kepri, Liga Mahasiswa ini akan dilaksanakan Juni mendatang.

Loading...

”Juara tingkat provinsi akan menjadi wakil dari Kepri untuk berlaga di tingkat nasional yang sedianya akan dilaksanakan 17-22 September mendatang. Untuk putaran nasional akan dilaksanakan di Yogyakarta,” ujarnya, Senin (25/3).

Yudi mengatakan kejuaraan yang diselenggarakan bagi perguruan tinggi ini telah dimulai pendaftarannya sejak Jumat (1/3) dan akan berakhir pada akhir Mei mendatang. Hingga saat ini sudah ada lima perguruan tinggi yang telah tertarik untuk mengikuti kejuaraan ini.

”Kejuaraan ini memang diselenggarakan untuk menggalakkan kejuaraan sepak bola terutama di kelompok umur U-21. Ini adalah kategori usia mahasiswa,” terangnya.

Event yang baru dilaksanakan pertama kali di Kepri ini, diakui Yudi, menjadi peluang bagi pesepakbola yang berada di kelompok umur itu untuk meraih prestasi. Sebab, selain mewakili Kepri, para peserta akan diawasi secara langsung oleh PSSI.

”Akan ada talent scouting PSSI yang memonitor pemain-pemain yang berlaga dalam kejuaraan ini. Dan tentunya peruntukannya jelas, untuk mewakili Indonesia berlaga dalam kejuaraan-kejuaran internasional,” paparnya.

Nama-nama tenar pesepakbola Indonesia dipastikan menjadi scouting dalam kejuaraan ini. Salah satunya adalah Kurniawan Dwi Yulianto, salah satu mantan pesepakbola terbaik Indonesia.

Dalam Liga mahasiswa perdana ini, tidak dibatasi jumlah wakil perguruan tinggi yang akan mendaftar.

”Kami hanya menargetkan 12 peserta untuk kali pertama ini. Minimal delapan tim,” sebutnya.

Liga Mahasiswa ini akan menggunakan format setengah kompetisi di babak penyisihan. Dan sistem gugur untuk babak selanjutnya. Peserta nantinya akan dibagi menjadi beberapa grup dengan masing-masing grup berisi sedikitnya tiga peserta. Masing-masing perguruan tinggi bisa mengirimkan wakilnya lebih dari satu. Tetapi tetap menggunakan nama satu perguruan tinggi.

”Juga diperbolehkan menggunakan tiga mahasiswa asing atau mahasiswa yang terdaftar sebagai pemain profesional. Asal saja terdaftar secara aktif sebagai mahasiswa perguruan tinggi tersebut. Dan maksimal pesertanya adalah mahasiswa kelahiran 1 Januari 2008,” tegas Yudi.

Selain itu, pelatih masing-masing tim wajib memiliki lisensi pelatih level D. Fotokopi bukti kepemilikian lisensi wajib diberikan pada panitia.

Untuk bisa mengikuti kejuaraan ini, setiap perguruan tinggi wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 1,5 juta setiap tim. Juga wajib untuk menyerahkan beberapa persyaratan lainnya.

”Seperti surat keikutsertaan yang ditandatangani rektorat, kepemilikan kartu hasil studi, kartu rencana studi, dan beberapa persyaratan lainnya,” bebernya.

Yudi berharap perguruan tinggi yang ada di Kepri bisa memaksimalkan peluang ini. Menurutnya, gelaran Liga Mahasiswa ini menjadi ajang peningkatan prestasi mahasiswa terutama di bidang olahraga.

”Dengan jangka waktu pelaksanaan yang masih panjang, tentunya setiap perguruan tinggi bisa mempersiapkan timnya lebih panjang. Dan Liga Mahasiswa Provinsi Kepri ini menjadi salah satu liga yang paling bergengsi di tingkat perguruan tinggi,” tutup Yudi.(yan)

Loading...