batampos.co.id – Krisis air bersih yang berkepanjangan di rumah susun sewa (rusunawa) Pemko Batam I, Tanjunguncang mendapat simpati dari berbagai pihak. Jajaran Polresta Barelang misalkan mengirim 13 ribu liter air dengan dua unit mobil watercannon, Rabu (27/3).
Bantuan air bersih ini disambut meriah oleh ratusan warga rusun. Mereka sangat gembira karena merasa diperhatikan. Berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polresta Barelang dan berharap agar kedepannya tetap rutin memperhatikan mereka.
“Sering-sering ya pak. Sudah susah betul kami di sini. Bertahun-tahun kami sengsara dengan keterbatasan air ini,” ujar Erna, penghuni blok D rusunawa.
Pantauan di lapangan, dua unit mobil watercannon tadi menyuplai air ke bak penampungan di blok B dan D dengan kapasitas masing-masing blok sebanyak 6.500 liter. Sebelum disuplai, dua bak dengan kapasitas diatas 10 ribu liter itu kosong sama sekali. Itu karena menurut warga sudah tiga bulan terakhir ini air sama sekali tak ngalir. Suplai air dari pihak ATB dua tanki perhari hanya fokus di bak penampungan induk di blok A dan C.
Meskipun suplai air dari polisi tak sampai penuh bak di blok B dan D, warga setempat tetap merasa legah sebab itu bisa membantu mereka seharian kedepan.
“Bantuan ini sangat berarti. Kami juga tidak terlalu jauh angkat air dari blok A atau C. Karena bak kami di blok B dan D sudah terisi juga. Selama ini kosong sama sekali makanya ambil ke bawa blok A atau.C,” kata Nindi, warta blok D.
Ketua RT 03/ RW 22 rusunawa kelurahan Tanjunguncang Sugianto mengatakan, krisis air bersih yang paling parah dirasakan sejak tiga bulan belakangan ini. Ini karena suplai air dari ATB benar-benar putus total.
“Sebelum-sebelumnya memang sudah tersendat tapi masih bisalah karena malam masih mau keluar (ngalir). Tapi sejak tiga bulan ini sama sekali tak ngalir. Kalaupun ngalir paling sejam dua jam itupun mau subuh baru ngalir,” kata Sugianto.
(eja)
