Senin, 6 April 2026

Wagub Serahkan 12 Tangki Air dan 8 Unit Traktor Tangan kepada Petani di Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyalurkan bantuan 12 tangki air dan delapan unit traktor tangan kepada masyarakat kelompok tani Mangsang Indah, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Selasa (26/3/2019).

Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengatakan, bantuan yang diberikan pemerintah tidak akan pernah cukup. Apalagi Kepri memiliki wilayah yang sangat luas. Karena itu, bantuan yang diberikan hendaknya dimanfaatkan dengan sebaiknya.

“Kami harus adil dalam memberikan bantuan. Mari kita pergunakan bantuan yg diberikan ini sebaik-baiknya,” kata Isdianto saat menyerahkan 12 unit tangki air berukuran 5.000 liter dan delapan unit traktor tangan tersebut. Pada saat penyerahan bantuan, Isdianto didampingi anggota DPRD Kepri Ririn Warsiti, staf khusus Gubernur Kepri Herizal Hood, camat serta lurah setempat. Isdianto berharap bantuan yang diserahkan tersebut bisa memacu semangat para kelompok tani Mangsang Indah.

”Nantinya secara perlahan kami berharap kelompok tani bisa mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri dari segala lini. Tidak hanya dibidang ekonomi saja, tetapi juga dibidang pertanian.

”Kesejahteraan masyarakat merupakan cita-cita pemerintah. Bersama pemerintah ada DPRD yang selalu mewakili masyarakat. Jika eksekutif dan legislatif kuat maka cita-cita pembangunan dalam mensejahterakan rakyat akan mudah dicapai,” kata Isdianto.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak ragu mengadukan permasalahan kepada pemerintah atau kepada anggota dewan. ”Sampaikan saja jika ada persoalan,” ujar Isdianto.

Sementara itu, anggota DPRD Kepri Ririn Warsisi berjanji akan menampung setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui dirinya. Apapun bentuknya akan dijadikan bahan dalam pembahasan musrenbang Kepri.

”Apa yang menjadi keluhan bapak dan ibu akan kita sampaikan di musrenbang nanti. Kebetulan musrenbang baru akan dimulai besok. Mudah-mudahan di musrenbang akan ada solusi yang didapat. Atau paling tidak bisa dimasukkan di APBD-P,” ujar Ririn. (bni)

Update