Minggu, 15 Februari 2026

Gelombang Laut Natuna 4 Meter

Berita Terkait

ilustrasi0

batampos.co.id – Stasiun Meteorologi Ranai mengeluarkan peringatan dini akan potensi gelombang tinggi dengan kisaran 2,5 meter hingga 4 meter di laut Natuna Utara.

Prakirawan stasiun meteorologi Ranai Asrul Saparudin mengatakan, potensi gelombang tinggi akan terjadi hingga 29 Maret mendatang. Ge-lombang tinggi juga terjadi di Samudera Hindia dan Selatan Jawa.

”Potensi gelombang tinggi ini disebabkan terjadinya siklon tropis Veronica di Samudera Hindia bagian Barat laut Australia,” kata Asrul, Rabu (26/3).

Asrul menambahkan, pola sirkulasi tercatat berada di Samudera Hindia Barat Daya Kepulauan Mentawai dan Samudera Pasifik Timur laut Papua.

Faktor pendukung lain yang menyebabkan kecepatan a-ngin yang terpantau terjadi di Laut Natuna Utara, perairan Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, perairan Utara Papua, dan Kepulauan Kai-Aru.

Dikatakan Asrul, berdasarkan keterangan peringatan dini, gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di 23 wilayah Indonesia lainnya dengan kisaran yang lebih rendah yaitu 1,25 meter hingga 2,5 meter.

Terkait potensi gelombang tinggi itu, ia mengimbau nelayan dan usaha pelayaran untuk berhati-hati saat melaut. Harus memperhatikan risiko keselamatan pelayaran.

Beberapa moda transportasi yang rawan di antaranya perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m. Kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Bahkan kapal feri dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo, kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

”Diimbau masyarakat yang berdomisili dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar selalu waspada. Jika terjadi gelombang tinggi, segera berlari menjauh ke tempat yang lebih tinggi dan aman,” ujarnya. (arn)

Update