Minggu, 5 April 2026

Pemerintah Paksa Maskapai Turunkan Tarif

Berita Terkait

ilustrasi pesawat.
foto: batampos.co.id / putut ariyotejoq

batampos.co.id – Meskipun harga Avtur sudah diturunkan, nya­tanya harga tiket pesawat ma­sih banyak dikeluhkan ma­hal. Menko Kemaritiman Luhu­t Binsar Pandjaitan “meminta” se­mua maskapai penerbangan, te­rutama Garuda Indonesia un­tuk segera menurunkan harga.

Sebelumnya, beredar dokumen notulensi rapat antara pihak pemerintah yang diwakili Menko Maritim dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI), beberapa maskapai penerbangan dan agen travel online (OTA).

Dalam Notulensi tersebut, harga avtur yang masih mahal dikeluhkan telah berdampak pada pengurangan okupansi hotel, dunia pariwisata, serta mahalnya ongkos logistik. Luhut telah meminta pada maskapai Garuda Indonesia untuk segera menurunkan harga tiket.

Permintaan tersebut tertulis bersifat perintah.
Dalam notulensi tersebut juga tertulis bahwa Luhut telah menghubungi beberapa pihak agar Perusahaan penyedia BBM PT AKR Coorporindo untuk segera mendapatkan izin untuk masuk dan beroperasi di Bandara.

Bahkan tertulis juga bahwa sejak tanggal 1 April, AKR harus sudah aktif menjadi kompetitor pertamina di berbagai Bandara.

Luhut hanya senyum-se-nyum saat dicecar pertanyaan mengenai kebenaran notulensi rapat tersebut selepas menerima penghargaan sebagai tokoh yang berjasa mengembangkan Industri Kelapa Sawit di Midplaza, Jakarta, Rabu (28/3).

“Hasil rapatnya bagus. Nant­i mereka akan melakukan adjus­met di sana sini sesuai dengan pe­rhitungan (bisnis, red) peru­sahaan mereka masing-ma­sin­g,” kata Luhut saat ditanya ha­sil rapat dengan PHRI, maskapai, dan travel agent bebe­rapa hari sebelumnya.

Hanya saja, Luhut menolak menyebutkan beberapa detail. Beredar informasi bahwa maskapai diberi waktu seminggu untuk menurunkan harga.

“Enggak seminggu, saya ngga­k bilang gitu. Saya bilang coba la­h dilihat suasana marke­t (penerbanga,red) sekarang gi­­mana, kan harga minyak (av­­tur, red) sudah diturunkan,” kat­anya.

Bahkan, kata Luhut berbagai insentif sudah diberikan oleh pemerintah seperti pengurangan pajak bagi maskapai. Tidak disebut sektor pajak mana yang bakal dikurangi. Luhut juga membenarkan bahwa pihaknya berusaha mempercepat izin AKR beroperasi di bandara.

Pemerintah disebutnya telah menugaskan pada Kementerian ESDM untuk memberi izin pada AKR untuk berjualan di bandara. Namun, ia menolak untuk mengkonfirma­si secara spesifik tanggal 1 April sebagai masa izin AKR.

“Mereka minta tanggal berapa, tapi saya bilang nggak usah lah lama-lama,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Luhut belum ad­a opsi perusahaan BBM lain yang akan diberi ruang.  Luhut me­minta semua pihak bersaba­r unt­uk menanti kabar selanjut­ny­a.

Maskapai disebutnya akan me­ngadakan rapat dalam be­berapa hari ke depan dengan Menteri Perhubungan Budi Kar­ya Sumadi untuk menentu­kan penyesuaian apa saja yang bisa dilakukan untuk menurun­kan harga. Ditanya so­al “perin­ta­h” itu, Luhut ju­ga enggan m­emaparkan detail.

“Ya intiny­a saya bilang saya jug­a ngerti uang. Jangan lah kau (maskapai, red) bikin sampe gede-gede (mahal, red)” ujarnya.

Sementara itu, menanggapi mengenai arahan pemerintah pada maskapai untuk menurunkan harga tiket per April 2019, Ketua Penerbangan Berjadwal Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Bayu Sutanto menyebutkan bahwa hal tersebut akan dikembalikan lagi pada keputusan maskapai anggotanya.

“Tergantung maskapai masing-masing lah. Kan mereka punya dewan komisioner selain juga manajemen yang akan memutuskan. Harga naik atau turun kan masalah keputusan bisnis atau business call,” ujar Bayu pada Jawa Pos (grup Batam Pos), kemarin.

Dikonfirmasikan hal tersebut pada salah satu maskapai yakni Lion Air, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang M. Prihantoro hanya menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap kooperatif terhadap himbauan pemerintah.

“Lion Air Group akan menjalankan dan melaksanakan aturan dan kebijakan dari regulator dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk keuntungan bersama serta kepentingan semua pihak,” jawab Danang singkat.

Namun sayangnya, dia enggan menjawab pertanyaan tentang bagaimana skema adjusment yang akan dilakukan Lion Air mengenai himbauan penurunan tarif tiket pesawat. (tau/agf)

Update