batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menghapuskan sistem sekolah rujukan atau unggulan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020. Untuk itu, penerimaan siswa baru akan dibuka serentak Mei mendatang, baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sekretaris Disdik Kota Batam Andi Agung mengatakan berbeda dengan PPDB sebelumnya, tahun ini penerimaan akan dibuka merata meskipun masih menggunakan sistem zonasi. PPDB direncanakan mulai dibuka paling cepat Mei mendatang usai pelaksanaan ujian nasional.

Ia menyebutkan penghapusan sekolah rujukan ini bertujuan untuk pemerataan PPDB. Tiga sekolah rujukan, yakni SMPN 3, SMPN 6 Batam, dan SDN 006 Sekupang sebelumnya membuka PPDB lebih awal, mulai tahun ini serentak dengan sekolah lainnya.

”Semua sama jadwalnya (PPDB). Tapi tetap zonasi. Mereka yang dekat dengan sekolah tetap menjadi prioritas dengan memperhatikan nilai untuk SMP dan usia untuk SD,” jelas Andi, Kamis (28/3).

Andi mengungkapkan saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan aplikasi untuk PPDB. Penerimaan tetap dilakukan online. Untuk kuota siswa di sekolah, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 51 Tahun 2018, siswa yang diterima 90 persen merupakan zonasi. Kategori zonasi ini termasuk mereka yang kurang mampu di dalamnya.

Khusus yang kurang mampu mereka harus ada surat keterangan mendukung nantinya. Selanjutnya, lima persen siswa prestasi akademik dan nonakademik. Terakhir siswa pindah ke Batam lima persen.

”Saat PPDB kan ada itu orangtuanya yang baru pindah ke Batam. Sekolah diberikan kuota lima persen dari total kuota atau daya tampung,” bebernya.

Andi menambahkan, untuk mengantisipasi membeludak-nya daya tampung, Pemerintah Kota (Pemko) Batam membangun dua sekolah baru dan 45 ruang kelas baru (RKB). Kelas baru ini memang dikhususkan bagi siswa baru.

”Jadi, ini salah satu upaya (mengatasi membeludaknya calon siswa, red). Meskipun tak semua dapat RKB. Tapi ini cukup bisa membantu,” terangnya.

Selain itu, sambungnya, solusi lainnya bagi siswa yang menumpang, tahun ini Disdik melanjutkan pembangunan dua gedung baru.

Pertama SMPN 58 di Kampung Bagan dan SDN 008 Batuaji.

”Sekarang mereka kan masih menumpang. Jadi, tahun ini kami upayakan sudah punya gedung sendiri. Mereka kan tetap terima siswa baru,” lanjutnya.

Terpisah, Sekretaris Kota (Setdako) Batam Jefridin meminta persiapan PPDB dilaksanakan lebih awal untuk mengantisipasi permasalahan jelang PPDB yang semakin dekat.

”Kami menunggu laporan resmi dari Disdik. Kami ingin PPDB nanti berjalan dengan perencanaan yang matang,” ujarnya.

Disdik diharapkan bisa lebih detail dan transparan menyajikan data terkait PPDB, termasuk daya tampung di sekolah serta petunjuk penerimaan siswa.

”Intinya kami maunya semua berjalan baik dan tidak ada masalah se-perti yang lalu,” tegasnya.

UNBK SMA Masih Tiga Sesi

Sementara itu, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA akan digelar mulai awal April nanti. Termasuk SMAN 1 Batam.

Ketua Pelaksanaan UNBK SMAN 1 Batam Sikat Manulang mengatakan pelaksanaan dilakukan secara mandiri. Sebanyak 292 siswa SMAN 1 Batam yang akan mengikuti UNBK menggunakan peralatan milik sekolah, bukan pinjaman dari orangtua siswa.

”Tapi pelaksanaan ujian tetap dibagi dalam tiga sesi,” ujarnya, Kamis (28/3).

Dia menyebutkan, saat ini SMAN 1 Batam memiliki 120 unit komputer untuk UNBK. Ujian akan dilaksanakan 1-8 April mendatang.

”Ujian dimulai pukul 07.00-16.00 WIB. Mulainya (UNBK) tanggal 1, 2, 4, dan 8. Karena ada tanggal merah jadi diundur. Selain itu Jumat waktunya singkat,” ujar pria yang juga menjabat Wakil Kepala SMAN 1 Batam ini.

Sikat menuturkan, meskipun UNBK bukan lagi syarat untuk kelulusan, namun ia meminta siswa tetap mengerjakan soal dengan serius. Siswa diharapkan bisa menyelesaikan soal dalam waktu kurang lebih 120 menit.

”Harapan kami siswa bisa mendapatkan nilai maksimal, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” harapnya.

Sementara itu, SMAN 5 Batam di Sagulung juga siap melaksanakan UNBK secara mandiri. Dua tahun sebelumnya, sekolah yang berada di Kaveling Lama, Sagulung ini, masih numpang di sekolah lain.

Kepala SMAN 5 Batam Bahtiar mengatakan, pihaknya menyiapkan 160 unit komputer dan empat server. Komputer-komputer tersebut ditempatkan di empat ruangan.

“Total komputer ada 170 unit. 10 unit buat cadangan. Begitu juga server ada empat yang pakai dan satu cadangan,” kata Bahtiar, Kamis (28/3).

Komputer yang dipersiapkan untuk UNBK ini, diakui Bahtiar, tidak semua milik sekolah. Sebanyak 80 unit merupakan pinjaman dari siswa yang memiliki laptop.

”Komputer kita masih terbatas, maka sebagian kita pinjam punya siswa. Ini tidak masalah karena sudah melalui rapat komite dan orangtua. Mereka sangat mendukung,” kata Bahtiar.

Adapun total peserta UNBK di SMAN 5 sebanyak 458 orang.

”Sejauh ini masih lengkap dan siap mengikuti ujian nasional,” jelasnya.(yui/eja)