
batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi memerintahkan Dinas Permukiman, Perumahan Rakyat dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam agar menye-lesaikan persoalan air yang dialami warga Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Batamec, Batuaji.
”Saya sudah sampaikan ke yang urus rusun. Apa-apa kendalanya, selesaikan,” kata Rudi di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (29/3).
Ia menilai, yang paham persoalan terperinci terkait ini adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusun Pemko Batam dan Disperkimtan Batam.
”Nanti Yudi (Kepala Disperkimtan Batam, Eryudhi Apriadi) yang selesaikan,” imbuhnya.
Kepala Seksi UPT Rusun Pemko Batam Joko Susilo menyambut arahan wali kota tersebut. Menurut dia, pihaknya tidak akan lepas tangan untuk mencari cara agar pasokan air warga rusun terpenuhi.
”Tetap kami usahakan,” imbuhnya.
Ditanya, apakah Pemko Batam dapat turun tangan me-ngirim air? Joko menyebutkan pihaknya berencana akan berkoordinasi dengan bagian taman, guna pengiriman air. Namun demikian, armada taman sekarang sedang fokus menangangi sejumlah titik taman yang kekeringan akibat cuaca panas.
”Ini perlu kita pahami juga, kalau lagi sempat mereka (taman) kami akan minta bantuannya. Armada bagian taman juga terbatas,” ucap dia.
Joko menilai, pada prinsipnya penyediaan air adalah tugas PT Adhya Tirta Batam (ATB). Maka, ia meminta ATB komit akan kesepakatan untuk me-ngirimkan dua hingga empat tangki per hari.
”Soal air ini sekarang memang susah, warga perlu air untuk makan minum, mencuci,” pungkasnya.
Pasokan Air Masih Tersendat
Krisis air bersih masih melanda penghuni rusunawa Pemko Batam di Tanjunguncang, Batuaji. Ratusan penghuni kewalahan sebab suplai air melalui tangki belum maksimal. Sehari, penghuni rusun hanya dapat dua kiriman tangki sehingga tak mencukupi.
Dua tangki dengan kapasitas 5.000 liter per tangki yang dibagi 170 kepala keluarga yang menghuni rusun tersebut, maka satu KK hanya dapat dua galon atau 30-an liter per hari. Ini memberatkan penghuni sebab kebutuhan air bukan hanya untuk mandi.
”Bantuan datang paling sehari, setelah itu kembali lagi se-perti semula,” ujar Hamida, penghuni rusunawa blok D, kemarin.
Pihak ATB saat dikonfirmasi menuturkan, tersendatnya suplai air ke wilayah Tanjung-uncang karena minimnya ketersediaan bahan baku air pada waduk yang terpakai saat ini. Wilayah Tanjunguncang yang berada di ujung menjadi penyebab seretnya pasokan air.
Untuk solusi jangka panjang, adalah pengoperasian IPA Dam Tembesi. Sementara jangka pendek menyuplai air pakai mobil tangki.
”Suplai air tangki masih berlanjut, cuma disesuaikan kemampuan armada kami,” ujar Humas ATB Iksa. (iza/eja)
