Senin, 6 April 2026

Bekal Nilai Kebangsaan untuk Dosen UPB

Berita Terkait

Lebih dari seratus dosen Universitas Putera Batam (UPB) dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar Bangsa, Sabtu (30/3/2019). Kegiatan ini dilaksanakan bersama Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Pemantapan Nilai (Taplai) dan Pelatihan Kepemimpinan (Latpim) angkatan pertama Kepri.

Ketua IKAL Taplai dan Latpim angkatan I Kepri, Razaki Persada mengatakan, sosialisasi nilai kebangsaan ini dilaksanakan untuk mempertajam peran dosen dalam hal mengembangkan karakter bangsa kepada mahasiswa.

“Sosialisasi ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh IKAL Taplai dan Latpim angkatan I Kepri,”ujar Razaki Persada.

Melalui pelatihan ini, dia berharap dosen bisa mendorong terciptanya masyarakat yang memahami pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

“Kalau sudah mengetahui nilai-nilai kebangsaan, mudah-mudahan tidak timbul saling fitnah, curiga mencurigai, ketidakadilan,” imbuhnya.

Empat pemateri dari IKAL Taplai dan Laptim angkatan I Kepri slih berganti menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dari 4 konsensus dasar bangsa. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Barelang, Surianto menjadi pemula, dengan materi mengenai nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila.

Dalam materinya Surianto menegaskan pentingya menjaga Pancasila sebagai identitas bangsa, terutama dalam pergaulan dunia yang semakin kompleks. Batam yang berbatasan langsung dengan negara tetangga punya peran strategis untuk menyatakan identitas bangsa di era globalisasi.

“Memahami nilai-nilai kebangsaan dari pancasila adalah wujud kesadaran kebangsaan Indonesia yang segar dan kuat,” tegasnya.

Selanjutnya Ketua IKAL Taplai dan Latpim angkatan I Kepri, Razaki Persada memaparkan mengenai nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari UUD NRI 1945. Tiga nilai yang ditekankan dalam materi ini adalah mengenai Demokrasi, kesamaan derajat dan ketaatan hukum.

“Semua nilai ini harus sudah kita sejak hari ini, mulai dari ruangan ini,” tegasnya.

Buha Darwin M Sitanggang didaulat memberikan materi tentang nilai-nilai kebangsaan yang diambi dari Sesanti Bhinneka Tunggal Ika. Nilai toleransi, keadilan dan gotong royong menjadi fokus materi yang disampaikan Darwin.

Sesanti Bhinneka Tunggal Ika merupakan pernyataan jiwa dan semangat bangsa Indonesia persatuan dan kesatuan bangsa dalam keberagaman. Keanekaragaman dalam segala aspek kehidupan tidak menjadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Justru keberagaman kita diharapkan menjadi kekayaan bagi bangsa Indonesia sepanjang sejarahnya,” jelasnya.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UPB, Karol Teovani Lodan memberikan materi mengenai nilai kebangsaan yang bersumber dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai persatuan bangsa, kesatuan wilayah dan kemandirian menjadi titik fokusnya.

Era globalisasi dengan perubahan pesat, menjadikan kompetisi antar negara dan bangsa semakin ketat. Kondisi ini adalah merupakan tantangan bangsa yang harus dijawab dengan karya nyata. Semua pihak harus berperan aktif termasuk generasi muda bangsa.

Pada situasi era saat ini bangsa Indonesia membutuhkan peran generasi muda yang aktif, kreatif, disiplin, berpengetahuan luas, terampil, inovatif, pekerja keras, ulet dan mandiri yang berpijak kepada jati diri nilai-nilai kebangsaan .

“Generasi muda harus mampu menjadi pelopor bangsa menuju kepada kemandirian. Oleh karena itu pembinaan dan penyiapkan generasi muda harus dilakukan, terutama mealui lingkungan pendidikan,”ujarnya.

IKAL Taplai dan Latpim angkatan I Kepri akan terus menggencarkan kegiatan serupa. Tidak hanya menyasar dosen, organisasi ini juga akan turut melibatan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pemuka agama dan dosen.

“Kami punya misi untuk membumikan kembali nilai-nilai kebangsaaan di Kepri,” tutupnya. (*)

Update