Senin, 16 Maret 2026

Dua Pasang Remaja Ranmor di Sagulung Jalani Persidangan

Berita Terkait

batampos.co.id – Dua pasang remaja dibawa umur yang dibekuk jajaran Polsek Sagulung, dua pekan lalu menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Batam, Senin (1/4/2019) pagi ini. Mereka adalah pelaku pencurian sepeda motor yang telah beraksi di 20 tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda-beda di berbagai wilayah di Kota Batam.

Berkas perkara kasus curanmor dengan pelaku empat remaja dibawah umur ini telah rampung dan mereka akan diadili sesuai peradilan anak.

“Sudah sidang hari ini. Pasalnya tetap sama 363 KUHP tapi prosesnya tetap sesuai dengan hukum peradilan anak,” ujar Kanit reskrim Polsek Sagulung Iptu Supardi.

Satu dari empat pelaku ini merupakan remaja wanita 16 tahun yang tengah hamil mudah. Wanita berinisial Mz ini hamil karena hubungan bebas dengan Rfp pasangnya yang disebut-sebut sebagai otak pelaku kelompok pencurian sepeda motor mereka. Kelompok ranmor ini terdiri dari dua pasang remaja.

Masing-masing pasangan adalah pasangan kekasih. Selaian Mz dan Rfp, satu pasangan lain adalah Ips dan Mc. Mc pasangan wanita Ips masih berusia 13 tahun sehingga proses hukumnya lebih dipertimbangkan dari tiga pelaku lain.

“Bisa-bisa tak ditahan dia (Mc) karena masih 13 tahun,” kata Supardi.

Pengungkapan kompolotan ranmor yang melibatkan pasangan remaja dibawa umur ini benar-benar memprihatinkan bagi pihak kepolisian. Ini membuktikan bahwa masih banyak anak dibawa umur baik yang masih sekolah ataupun sudah putus terjerumus dalam pergaulan yang tak sehat.

Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat untuk semakin peka dan waspada kedepannya untuk melindungi dan mengawasi anaknya masing-masing. Anak tidak dibiarkan bergaul bebas tanpa batasan baik di lingkungan sekolah ataupun di rumah. Jika anak menghilang dari rumah dalam waktu yang lama hendaknya segara dicari.

“Bangun komunikasi yang baik dengan anak. Rata-rata pelaku kriminal anak dibawa umur yang kami amankan ini bermasalah dengan keluarga. Ini yang harus diperhatikan agar anak-anak benar diawasi di rumah ataupun di sekolah,” imbau Supardi. (eja)

Update