OTAVIO Dutra tak langsung masuk ke ruang ganti setelah peluit panjang babak pertama ditiup. Bek Persebaya Surabaya itu memilih bertahan sebentar di lapangan. Dia menunggu momen yang ditunggu: lempar boneka.

Dalam perempat final Piala Presiden di Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin, Bonek, sebutan pendukung Persebaya, memang punya gawe lain selain mendukung tim kesayangan yang menjamu Tira Persikabo. Mereka bareng-bareng melemparkan boneka di jeda babak pertama. Dengan tujuan kemanusiaan.

Benar saja, begitu peluit panjang berbunyi, puluhan ribu Bonek yang hadir dalam laga yang akhirnya dimenangi Persebaya 3-1 itu langsung melemparkan beragam boneka. Besar, kecil. Dutra pun ikut larut di dalamnya.


Saking antusiasnya, ada satu fase yang terlewatkan: mengheningkan cipta. Untuk menghormati korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

’’Anak-anak terlalu semangat,’’ kata koordinator Green Nord Husin Ghozali kepada Jawa Pos (grup Batam Pos).

Tapi, hal itu tak sampai mereduksi keindahan momen tersebut.

Saat ribuan boneka langsung berjatuhan dari tribun. Lapangan tampak warna-warni. Menyala akibat lemparan boneka.

Hujan boneka berlangsung sampai 2 menit. Setelah hujan reda, 2.158 personel keamanan yang berjaga langsung memungut boneka yang ada.

Mereka menyisir dari tribun utara. Bekerja cukup cepat, sebelum kickoff babak kedua, seluruh boneka sudah terambil.

Setelah itu, proses penghitungan langsung dimulai. Tuntas pada pukul 20.30. Total terkumpul 20 ribu boneka.

’’Itu salah satu boneka dari anak saya,’’ kata Dutra.

Beberapa koordinator tribun juga membawa keluarga mereka. ’’Anak saya bawa boneka Tayo sama boneka bola,’’ ungkap Hasan Tiro, koordinator tribun timur.

Hasan menjelaskan, dari tribun timur, setidaknya ada 2.000 boneka yang dibawa. Mulai anak-anak sampai yang berwajah macho sekalipun, sama-sama membawa boneka yang lucu dan imut. Beraneka warna.

’’Tidak masalah bagi kami karena tujuan kegiatan ini kan untuk kemanusiaan,’’ katanya.
Kesemua boneka tersebut memang akan diserahkan kepada penderita kanker di Surabaya.

’’Mereka adalah bagian dari kami. Semoga apa yang telah kami berikan dapat sedikit membuat mereka merasakan kebahagiaan seperti kami,’’ lanjut Hasan.

Aksi kemanusiaan seperti itu belum pernah terjadi dalam persepakbolaan Indonesia. Pelatih Tira Persikabo Rahmad Darmawan pun mengaku tercengang.

’’Suporter sangat luar biasa. Bisa menjadi contoh yang baik. Ini ide yang top,’’ ujar Rahmad.

Pada 22 Desember 2018, aksi lempar boneka dilakukan pendukung Real Betis saat menjamu Eibar dalam laga La Liga Spanyol. Seluruh boneka yang terkumpul didonasikan untuk penderita kanker.

Koordinator tim maskot Persebaya Dimas Yulianto adalah salah satu yang mencetuskan ide lempar boneka di GBT tersebut. Dia tak menampik, gagasan itu berawal saat dirinya melihat apa yang dilakukan suporter Real Betis lewat video.

’’Saya lihat, terus saya pikir, kenapa kok nggak diterapkan di Surabaya?’’ ungkap pria 25 tahun itu.

Usul tersebut kemudian dia sampaikan ke panpel Persebaya. Ternyata diterima dengan baik oleh Ketua Panpel Persebaya Whisnu Sakti Buana.

’’Kan ini bentuk kreativitas kemanusiaan. Harus kami tumbuhkan. Suasana seperti ini mampu membuat teduh Surabaya,’’ kata pria yang juga wakil wali kota Surabaya itu.

Whisnu belum tahu bagaimana konsep pembagian boneka. Apakah langsung didonasikan atau dijual dulu, kemudian uangnya disumbangkan kepada penderita kanker.

’’Kalau soal itu, masih harus kami omongkan dengan Bonek bagaimana baiknya,’’ tambahnya.

Tapi, pihak maskot Persebaya sudah punya rencana. Menurut Dimas, penyerahan langsung berupa boneka. ’’Terutama di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Kan banyak penderita kanker di situ,’’ ujar pria yang akrab disapa Tommy itu.

Saking banyaknya boneka, rencana pun bertambah. Tak hanya untuk penderita kanker, tapi juga pasien-pasien yang lain.

’’Kami sebagai maskot Persebaya akan terus mengadakan kegiatan postif seperti ini. Karena kami ingin membagi kebahagiaan kepada teman-teman yang membutuhkan,’’ tegas Tommy.

Whisnu pun sepakat. ’’Semoga dengan ini penderita kanker bisa dikuatkan mentalnya. Mereka tak sendiri,’’ katanya. (*/c5/ttg)

Loading...