batampos.co.id – Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali kosong di wilayah Batuaji dan Sagulung sepanjang, Minggu (31/3/2019) kemarin.
Kendaraan berbahan bakar solar sangat kesulitan mencaru solar sebab sama sekali tak ada SPBU yang melayani pembelian solar. Sebagian kendaraan terpaksa harus membeli solar eceran karena stok di tangki mobil benar-benar menipis. Bagi kendaraan yang masih memiliki stok rela berpergian hingga ke wilayah Batamkota atau wilayah lain untuk mencari SPBU yang memiliki stok solar.
“Sama sekali tak ada hari ini. Saya sudah keliling dari pagi tadi tapi kosong semua. Tadi terpaksa isi (solar) yang eceran. Mau tak mau karena saya harus antar barang ke Nagoya. Minyak di tanki sudah habis,” kata Agus, pengendara mobil boks yang kewalahan mencari solar, siang kemarin.
Pantauan di lapangan, seluruh SPBU yang berjejer di sepanjang jalan R Suparpto hingga brigjen Katamso, Batuaji kehabisan stok solar. Masing-masing SPBU memasang tulisan BBM solar dalam proses pengiriman.
Petugas SPBU saat dikonfirmasi mengaku sudag kehabisan stok solar sejak, Sabtu (30/3) lalu. Stok solar habis karena jumlah permintaan tidak seimbang dengan stok solar yang didapat. Satu SPBU rata-rata terima delapan ton solar sekali diantar sementara permintaan melampaui jumlah stok yang didatangkan itu. Untuk pembelian menggunakan wadah saja sudah habis separuh sehingga ketersedian solar hanya hitungan jam saja.
“Paling lama empat jam. Kalau yang beli pakai surat rekomendasi banyak maka dua jam sudah habis,” kata Agus, seorang petugas SPBU di Batuaji.
Keadaan ini semakin diperburuk dengan penyuplaian solar yang tak merata di semua SPBU. Jika satu SPBU memiliki stok, maka SPBU lainnya kosong sehingga semua kendaraan solar serbu SPBU yang sama. Situasi ini sudah berbulan-bulan terjadi dan sampai saat ini belum bisa diatasi. Warga semakin kewalahan dan berharap agar ada penanganan serius dari instansi pemerintah terkait. (eja)
