Kamis, 23 April 2026

Belum Ada Perubahan Harga Tiket Pesawat

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Sebelumnya disebut-sebut harga tiket pesawat terbang akan turun di awal April. Namun kenyatannya, tidak ada penurunan harga tiket. Dari pantauan Batam Pos dilaman penjualan tiket online, harga tiket Batam menuju Jakarta (Soekarno Hatta) Rp 990ribu, Batam ke Jakarta (Halim Perdakusuma) Rp 1,3juta, Batam ke Pontianak Rp 1,3 juta, Batam ke Padang Rp 752ribu, Batam ke Medan Rp 1,24juta dan Batam ke Surabaya Rp 1,4juta.

Tak adanya penurunan harga tiket ini, diamini oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso. “Saya sudah cek, belum ada perubahan (penurunan harga tiket),” katanya, Senin (1/4/2019).

Ia berharapa penurunan tiket pesawat ini dapat direalisasikan secapatnya. Karena dampaknya sangat terasa di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim. Tenan-tenan di Hang Nadim makin sering mengeluhkan sepinya penumpang, akibat harga tiket yang melambung.

“Baik tenan kami di lantai satu dan dua, sopir taksi, semuanya mengeluhkan sepinya penumpang,” ucapnya.

Suwarso mengaku tidak dapat berbuat banyak, karena pendapatan Bandara Internasional Hang Nadim juga menurun akibat sepinya penumpang. Tahun lalu, saat peak season penumpang di Hang Nadim rata-rata 7.100 orang yang berangkat. Namun tahun ini, disaat peak season penumpang di Hang Nadim paling tinggi tercatat hanya 6.124 orang.

Hang Nadim kehilangan 1ribu penumpang setiap harinya.

“Coba kita ambil setengahnya saja, dikurangi penumpang yang transit serta anak-anak. 500 orang dikali PSC (Passanger Service Charger) Rp 60ribu, hasilnya sekitar Rp 30juta. Segitulah (Hang Nadim kehilangan pendapatan). Saya harapa, bil ada penurunan, sebaiknya direalisasikan. Agar dapat mendongkrak jumlah penumpang,” ungkapnya.

Ia mengatakan pembatalan penerbangan di Hang Nadim seharinya mulai dari 9 hingga 12 pesawat. Dan itu terjadi sejak awal tahun hingga kini .

Terkait aturan baru mengenai ambang batas atas dan bawah. Suwarso mengaku belum mendapatkan surat resminya dari Kementerian Perhubungan.

“Biasanya ada, tapi hingga kini belum ada. Sosialisai juga,” ucapnya.

Sementara itu Distrik Manager Lion Air Area Batam, M Zaini Bire mengaku masih belum ada penurunan tiket. Ia mengatakan saat ini tarif Lion Air rute Batam, tidak lagi berada diambang batas atas.

“Kami ditengah-tengah. Contohnya ke Jakarta, sebelumnya Rp 1,6 hingga Rp 1,8. Tapi kini kami buka diangka Rp900ribu hingga Rp 1jutaan,” ucapnya.

Ia beralasan harga tiket saat ini dipengaruhi dengan biaya operasional yang cukup tinggi. “Hingga kini belum ada (penurunan),” tuturnya singkat.

DPD RI, Haripinto mengaku sudah beberapa kali koordinasi dengan Kemenhub dan meminta keterangan dari maskapai milik BUMN. “Kami tidak bisa intervensi maskapai milik swasta. Jadi kami sudah meminta ke maskapai pelat merah agar menurunkan tarif. Kemarin sudah turun 20 persen, lalu setelah rapat beberapa waktu lalu. Kembali turun lagi sedikit,” ujarnya.

Ia mengerti maskapai membutuhkan biaya operasional, sehingga harus menaikan harga tiket.

“Naik boleh, tapi jangan setinggi ini. Saya tau mereka butuh keuntungan, agar bisa bertahan. Tapi pikirkan juga kepentingan masyarakat banyak,” tuturnya.

Haripinto mengaku akan memantau terus pergerakan harga tiket ini. Karena harga tiket ini sangat memiliki dampak besar terhadap dunia pariwisata Kepri. Padahal, dari tahun lalu hingga kini, Kepri sedang gencar-gencarnya mempromosikan pariwisatanya ke luar negeri dan daerah lainnya di Indonesia. (ska)

Update