
foto: batampos.co.id / putut ariyo tejo
batampos.co.id – Kualitas ketepatan waktu (on-time performance/OTP) penerbangan haji masih menjadi salah satu pelayanan yang perlu ditingkatkan. Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines (SAA) mengupayakan peningkatan OTP tahun ini. Total penerbangan haji musim 2019 terdiri dari 507 kloter.
Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, perusahaannya sudah bertekad untuk meningkatkan kualitas OTP penerbangan haji tahun ini.
’’Kami sampaikan bahwa meningkatkan on-time performance di atas 95 persen merupakan tekad bulat,’’ ka-tanya usai menandatangi perjanjian kerja sama dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar di Jakarta, Selasa (2/4).
Sebagai catatan tahun lalu OTP Garuda adalah 94,75 persen. Pikri menuturkan ada beberapa program yang disiapkan untuk meningkatkan OTP penerbangan haji. Seperti memberikan kemudahan check in, meningkatkan kecepatan informasi dan pelayanan, memastikan kondisi pesawat terbang yang digunakan, serta pelaya-nan langsung kepada jemaah selama penerbangan.
Dia juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada pemerintah karena sudah menunjuk Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan haji tahun ini. Pikri menegaskan akan mendukung kelancaran ibadah haji. Dia juga menegaskan bahwa layanan penerbangan haji bukan semata urusan bisnis.
’’Tapi melancarkan ibadah itu mulai dari hati yang bersih dan jernih,’’ jelasnya.
Maskapai Garuda Indonesia bakal menyediakan 14 unit pesawat. Sesuai dengan pengaturan Kemenag, maskapai pelat merah ini melayani jemaah dari sembilan embarkasi. Kemudian untuk SAA bakal menggunakan 13 unit pesawat. Maskapai ini akan melayani jemaah dari empat embarkasi. Lebih lanjut Dirjen PHU Kemenag Nizar mengatakan penunjukan Garuda Indonesia dan SAA sudah melalui proses seleksi penyedia penyelenggaraan angkutan udara haji 2019.
’’Ini wujud kepercayaan pemerintah. Karena memang dua (maskapai, red) ini yang sangat representatif dalam tugas nasional,’’ jelasnya.
Nizar mengatakan ke depan akan terus dikaji dibukanya bandara-bandara baru untuk penerbangan haji. Dia menyinggung pemanfaatan bandara Kertajati. Menurut Nizar bandara Kertajati belum bisa digunakan sebagai bandara penerbangan haji karena belum memenuhi beberapa aspek. Di antaranya adalah infrastruktur penunjangnya.
Selain itu, Nizar menuturkan bandara Raden Intan di Lampung juga mengajukan menjadi bandara penerbangan haji. ’’Asrama haji Lampung harus ke Jakarta, lalu terbang ke Saudi,’’ tuturnya. Nizar mendukung target peningkatan kualitas OTP dalam misi penerbangan haji tahun ini.
Di antara kendala untuk meningkatkan OTP adalah minggu-minggu pertama proses pemulangan jamaah haji ke tanah air. Sebab pada saat ini kondisi bandara di Saudi memang dalam keadaan penuh. Pemicunya seluruh jamaah haji dari penjuru dunia juga mulai dipulangkan.
Dalam pertemuan itu juga dibahas sejumlah invoasi pelayanan. Diantaranya adalah merekrut awak kabin yang mengerti bahasa daerah jamaah. Sehingga lebih mudah dalam memberikan pelayanan. Kemenag mengakui bahwa banyak jamaah haji yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Di antaranya adalah jamaah yang sudah lanjut usia (lansia). (wan)
