Senin, 16 Februari 2026

Tutup Masa Kampanye di Arena Debat

Berita Terkait

batampos.co.id – Debat pilpres edisi kelima pada 13 April mendatang digunakan untuk menandai selesainya rangkaian masa kampanye Pemilu 2019. Dimulai pada 23 September 2018, secara keseluruhan masa kampanye berlangsung selama 208 hari atau hampir 7 bulan.

Sejumlah kegiatan disiapkan dan akan berlangsung bersamaan dengan penyelenggaraan debat.

Salah satu yang disepakati KPU, Bawaslu, dan kedua timses paslon adalah menutup debat dengan bersama-sama naik ke atas panggung menyuarakan kerukunan. Kedua paslon dan perwakilan partai-partai pengusung serta pendukung akan berkomitmen menciptakan pemilu yang damai, jujur, dan demokratis. Lagu Indonesia Pusaka karya Ismail Marzuki akan mengiringi komitmen tersebut.

Sebelum itu, tokoh agama dari enam agama plus perwakilan penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa juga akan menggelar doa bersama lintas agama di arena debat. Dipimpin tokoh agama Islam, doa bersama tersebut dipanjatkan dengan tujuan agar puncak pemilu berjalan dengan lancar.

Sekaligus menegaskan bahwa kekuatan utama Indonesia ada pada keberagaman penduduknya. Ditambah lagi, akan ada pidato penutup dari ketua KPU yang didam­pingi ketua Bawaslu dan DKPP.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, format debat kelima nanti sama persis dengan debat keempat. Yang sedikit membedakan hanyalah adanya acara tambahan sebagai penutup masa kampanye dan menyambut hari tenang. Pihaknya juga sudah menyepakati moderator yang akan bertugas pada debat pemungkas.

”Moderatornya Balques Manisang dari TV One dan Tomy Ristanto dari Net,” ujar Wahyu, Selasa (2/4/2019).

Sementara itu, sampai saat ini panelis belum ditetapkan. Meskipun demikian, KPU memastikan bakal melibatkan para ahli dari kampus-kampus di Jawa dan luar Jawa. Kampus di luar Jawa yang akan dilibatkan adalah Universitas Udayana Denpasar, Sam Ratulangi Manado, Pattimura Ambon, Nusa Cendana Kupang, dan Andalas Padang.

”Jumlahnya sembilan sampai sebelas orang,” lanjutnya.

Di luar itu, KPU akhirnya sepakat untuk menambah jumlah anggota tim hore. Tiap-tiap paslon boleh membawa 150 orang ke arena debat. Konsekuensinya, jumlah undangan KPU pun berkurang menjadi 200. Padahal, pada debat keempat KPU sempat memberikan catatan soal kegaduhan yang ditimbulkan beberapa oknum tim hore.

Saat dimintai penjelasan, Wahyu beralasan bahwa secara keseluruhan ada perubahan signifikan dalam hal ketertiban tim hore.

”Juga semakin efektifnya komite damai,” ucapnya.

Keberadaan komite damai itu akan dipertahankan pula di debat kelima.

Konsekuensi lainnya, tim hore akan diseleksi lebih ketat. KPU punya catatan siapa saja oknum biang kegaduhan pada debat keempat.

”Nama oknum itu sudah kami serahkan kepada TKN dan BPN dengan harapan tolong itu jangan diundang lagi,” lanjut mantan komisioner KPU Jawa Tengah tersebut.

Saat pelaksanaan debat, komite damai juga akan lebih tegas. Pembuat gaduh akan langsung diperingatkan bila berulah. Dalam level tertentu, dia akan dikeluarkan dari arena debat karena bisa mengganggu kandidat yang sedang tampil. Karena itu, Wahyu yakin debat kelima nanti semakin tertib dan berlangsung lebih baik. (byu/c9/fat)

Update