Ilustrasi
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Sebanyak 15 lampu lalu lintas atau traffic light Batam belum memiliki daya cadangan. Artinya, jika aliran listrik mati di daerah lampu tersebut berada, lampu lalulintas tersebut juga ikut mati.

Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Batam Edward Purba mengungkapkan jumlah tersebut dari total 40 lampu lalulintas se Batam. Artinya, sebanyak 25 sudah tidak ada akan mati walaupun aliran listrik mati karena memiliki cadangan daya.

“Beberapa titik memang belum terpasang baterai (cadangan daya). Kalau listrik mati memang mati, tapi yang terpasang baterai tetap nyala walaupun listrik mati,” terang Edward kepada Batam Pos, Selasa (2/4).

Ia memastikan, traffic light yang belum terpasang baterai merupakan daerah pinggiran yang memang arus lalulintas nya belum terlalu ramai. Sementara di pusat kota sudah memiliki baterai. Perihal ini, Edward yang dimintai konfirmasi perihal matinya lampu lalulintas saat listrik mati Kamis (28/3) lalu memberikan pernyataan bahwa kabel baterai putus.

“Kemarin, kabel pengecasan baterai diganggu orang. Tengah kota sudah ada baterainya semua,” terangnya.

Sayangnya, tahun 2019 ini tidak ada peningkatan atau upgrade system traficligt. Yang ada hanya pembangunan baru di wilayah Simpang Telkom Pelita dan Simpang Irinco Lubukbaja, dua pembangunan baru ini sudah dilengkapi baterai.

“Baterai yang kita pasang di setiap lampu lalulintas itu bisa tahan empat jam lamanya,” kata dia.

Sementara itu seorang warga Batuaji, Nelly berharap lampu lalulintas harusnya tetap hidup tanpa memandang lokasi pinggiran maupun pusat kota. Untuk diketahui, salah satu lampu lalulintas yang mati jika listrik mati adalah lampu lalulintas di Simpang Tobing Batuaji.

“Kalau mati bikin macet dan susah. Takutnya, kecelakaan pula nanti,” harapnya. (yui)