
batampos.co.id – Proyek BP Batam berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terpasang di sejumlah titik jalan yang umum dilalui, masih menjadi keluhan warga terutama bagi pengendara bermotor.
Pasalnya, proyek galian tersebut cukup memakan waktu panjang sehingga terkesan diabaikan pelaku pengerjaan proyek. Sementara, keresahan masyarakat yang datang diantaranya, jalan yang jadi berdebu, bekas galian yang tidak ditutup membahayakan pengguna jalan, bahkan saat hujan bekas galian tertutup genangan air yang juga memicu terjadinya kecelakaan.
“Rawan kalau malam atau pas hujan lewat sini (titik galian). Bisa celaka,” kata pengendara motor Supardi, yang hampir setiap hari melewati jalan di samping Polsek Batam Kota itu untuk pergi bekerja, Selasa (2/4).
Menurutnya, bekas galian itu sudah beberapa hari terbiar dalam kondisi terbuka. “Baru sekarang ini di tutup. Itupun tidak semua,” sesalnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam Iyus Rusmana mengaku sudah menggesa pengerjaan proyek pemasangan jaringan pipa IPAL ini. “Target kita terpasang 114 kilometer, sekarang sudah terpasang 75 kilometer,” ujar Iyus, kemarin.
Terkait galian di jalan samping Polsek Batam Kota, lanjutnya, saat ini telah selesai untuk pemasangan pipa. “Hanya belum dirapikan. Jumat dibereskan,” sebutnya.
Ia menambahkan, beberapa titik galian pipa seperti di samping Polsek Batam Kota, dekat Mega Mall, Bundaran BP, dan dekat Hotel Harmoni One telah diprioritaskan untuk segera ditutup seperti semula.
“Yang jelas di titik-titik tersebut semua pipanya sudah terpasang, tinggal finishing,” jelas Iyus.
Dalam hal ini ia mengharapkan kerjasama masyarakat untuk dapat bersabar menjelang proyek selesai dan dapat beroperasi sesuai rencana. “Ditargetkan proyek ini selesai Desember 2019. Semoga berjalan lancar,” tutupnya. (*)
