batampos.co.id – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan stakeholder pariwisata untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam. Salah satunya menggelar pertemukan antara buyer dan seller, yakni tatap muka antarbisnis melalui gelaran Triangle Tourism Travel Mart II (3TM-II) oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Kepri, di Harbour Bay Seafood Restaurant, Rabu (3/4/2019) hingga Jumat (5/4) besok.
Ketua ASPPI Kepri Irwandi Azwar menuturkan gelaran yang diikuti 61 buyer dan 54 seller Indonesia, Malaysia, dan Singapura ini, dikemas menarik, dengan mengundang para pelaku pariwisata seluruh Indonesia dan Asia. Mereka akan memperkenalkan potensi wisata, produk dan pikiran, serta ide-ide kreatif untuk satu tujuan yaitu memajukan pariwisata Kepri,” paparnya.
Sedangkan Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, dalam upaya pengembangan kepariwisataan, Pemko Batam telah memulai pengembangan infrastruktur. Ia mencontohkan, jalan kini sudah lebar dan ditargetkan tuntas 2025 mendatang.
Infrastruktur lain seperti Bandara Hang Nadim, akan dibangun terminal dua untuk memperbesar kapasitas penumpang.
”Kami juga sedang bangun Masjid Raya Sultan Mahmud Riayatsyah di Batuaji. Masjid ini nantinya mampu menampung hingga 25 ribu jemaah dan akan menjadi ikon baru wisata religi Batam. Selain itu, Pulau Putri akan diperluas dan dipercantik dengan taburan pasir putih,” jelasnya.
Pada hari pertama Triangle Tourism Travel Mart, peserta diajak mengunjungi beberapa destinasi wisata. Antara lain Nuvasa Bay di Nongsa, toko oleh-oleh, dan Infinite Framework Studio di Nongsa.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan, dalam kegiatan pelaku pariwisata Batam berkesemapatan menawarkan sejumlah kelebihan pariwisata Batam kepada para buyer. ”Tentu jika terkait ini, kita berlaku sebagai seller,” kata dia.
Senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar. Dia mengatakan Triangle Tourism Travel Mart mempunyai potensi cukup besar untuk menjaring wisman ke Batam. Ia berharap kegiatan ini bisa dilakukan setiap tahun secara berkelanjutan dengan gaung yang semakin besar.
”Event ini tidak harus selalu digelar di Batam. Mungkin selanjutnya bisa di Anambas atau Natuna. Sebab, di sana juga memiliki potensi wisata yang cukup besar. Sebagai wilayah crossborder Kepri sangat diuntungkan dengan memiliki berbagai potensi pariwisata unggulan,” terangnya. (*)
