batampos.co.id – Pemadaman listrik bergilir yang terus dilakukan PLN Batam hingga saat ini, sangat berdampak terhadap dunia usaha di Batam.
”Listrik sangat berpengaruh terhadap produktivitas dunia usaha. Ketika listrik sering padam, maka produktivitas di Batam akan menurun,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid, Jumat (5/4).
Menurutnya, pemadaman bergilir ini memengaruhi kinerja usaha kecil menengah (UKM) terkait soal produksi karena sangat mengandalkan listrik dari PLN.
Terpisah, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri OK Simatupang mengatakan bahwa jadwal pemadaman listrik dari bright PLN Batam sering disampaikan mendadak dan berdampak tidak baik bagi kawasan industri yang mengandalkan pasokan listrik dari PLN Batam.
”Dan tidak ada jaminan batas waktu pemadaman bergilir hingga kapan. Seharusnya kurang lebih sebulan sebelumnya sudah harus diumumkan,” kata OK.
Pengumuman sejak awal akan membuat pengelola kawasan industri bisa mengantisipasi pemanfaatan sumber daya lain untuk mendukung operasional perusahaan. ”Banyaknya perusahaan industri di dalam kawasan industri mengalami kerugian yang sangat besar,” paparnya.
OK menyebutkan, proses produksi selalu mendadak berhenti sehingga membuat gagal produksi. Belum lagi karyawan terpaksa dipulangkan karena listrik baru menyala sekitar dua hingga tiga jam.
”Persoalan seperti ini harus segera diselesaikan karena mengganggu kenyamanan dalam berinvestasi khususnya investor di Batam yang menggunakan jasa PLN,” tegasnya.

Coorporate Secretary PLN Batam Denny Hendry Wijaya mengatakan, pemadaman listrik bergilir akan berak-hir pada H-7 pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) atau 10 April.
”Berakhir H-7 sebelum pemilu hingga H+7 pelaksanaannya tidak ada pemadaman,” ujar Denny, Jumat (5/4).
Dia mengatakan, sebelumnya PLN memang sudah menjadwalkan pemadaman bergilir karena masih ada gangguan pada mesin pembangkit. Terlebih saat ini Batam dilanda cuaca yang tidak menentu.
”Panas yang kemudian tiba-tiba hujan bisa mengakibatkan gangguan pada listrik,” katanya.
Kendati demikian, pihaknya tetap terus berupaya melakukan perawatan preventif berupa pemeliharaan. Dengan harapan tidak ada lagi pemadaman listrik yang meresahkan masyarakat.
”Untuk pembangkit yang berkapasitas besar aman, tinggal pembangkit yang kecil yang memang butuh perawatan lagi,” ujarnya. (leo/une)
