batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam menyambangi Kantor Wali Kota Batam, Jumat (5/4). Terselenggara secara tertutup, pertemuan ini disebutkan untuk membicarakan kelancaran pemilu serentak 7 April 2019, mendatang.
“Kan mereka mau ketemu saya. Ada masalah yang belum selesai soal kesekretariatan,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Jumat (5/4).
Salah satu poin yang dibahas yakni perlu tambahan pelatihan bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPPS).
“Pelatihan KPPPS sangat minim, ini berbahaya, karena sistem sekarang serentak ada pilpres ada pileg. Makanya perlu pelatihan tambahan, tempat kami siapkan, tinggal kesiapan mereka saja,” paparnya.
Ia mengatakan, sebagai kepala daerah, dirinya memang harus punya andil memastikan gelaran pemilu di Batam berjalan dengan lancar. Dan, ia sebut ini bukan hal yang terlarang.
“Kan bukan bantuan anggaran, kita hanya fasilitasi tempat. Tugas saya supaya pelaksanaan pemilihan berjalan lancar,” kata dia.
Mantan polisi ini menegaskan, tidak ada pembicaraan diluar dari koordinasi secara kelembagaan untuk kelancaran pemilu dalam pertemuan tertutup lebih kurang tiga jam tersebut.
“Tidak ada yang lainnya. Hanya bantu tok. Nanti viral,” terangnya.
Ketua KPU Kota Batam Syahrul Huda menegaskan hal serupa, kunjungan tersebut merupakan bagian dari koordinasi. Termasuk ia menepis jika ada intervensi dari pemerintah terkait penyelenggaraan pemilu.
“Ini soal teknis saja, tidak ada kaitannya dengan hal lain. Intinya, bagaimana koordinasi hingga lapisan bawah berjalan dengan baik,” ucapnya.
Syahrul juga menyampaikan, bahwa sudah seharusnya pemerintah daerah turut berpartisipasi atas kesuksesan pemilu. Memastikan kesiapan KPPS dan PPK di lapangan akan di koordinasikan dengan berbagai pihak.
“Agar teman-teman di lapangan bekerja lebih optimal lagi. Bimtek juga jadi persoalan, dengan kondisi pemilu dengan tingkat kerumitan yang ada perlu persiapan yang baik,” ujarnya. (Iza)
