batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim direncanakan akan menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam. KE ini dirasa menjadi jawaban terbaik untuk perkembangan Hang Nadim ke depannya. Tidak hanya itu, KEK nantinya juga akan mendorong pertumbuhan industri di kawasan sekitar Hang Nadim.
“Kalau ditanya kapan (KEK diberlakukan di Hang Nadim), yah kami masih menunggu realisasinya,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, Sabtu (6/4/2019).
Sistem ini, sangat memudahkan investor untuk berusaha di kawasan Hang Nadim. Selain itu, juga memudahkan investor dalam pengurusan izin.
Sistem KEK dinilai sangat memanjakan investor. Suwarso mencontohkan, apabila ada Industri Perakitan Pesawat Terbang di Hang Nadim. Maka setiap komponen pesawat yang didatangkan dari luar negeri, tidak dikenakan beberapa item biaya.
Setelah pesawat itu jadi dan dirakit. Apabila pesawat itu dikirimkan untuk permintaan dalam negeri, juga tidak akan dikenakan PPN. “Jadi komponen itu masuk melalui jalur FTZ, keluarnya bisa menggunakan KEK. Tapi kalau tetap FTZ, pesawat dikirim ke daerah lain di Indonesia tentunya akan dikenakan biaya PPN,” ungkap Suwarso.
Selain Hang Nadim, BP Batam juga mengatakan ada dua KEK lagi yakni Nongsa Digital Park, dan E-Commerce Regional Hub For Performance Trading.
Sebelumnya, Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi memiliki pendapat KEK menjadi kabar baik bagi investor. Banyak kemudahan dan fasilitas diberikan seperti kemudahan mengurus izin imigrasi, izin ketenagakerjaan dan perizinan usaha, kegiatan usaha, perindustrian, perdagangan, kepelabuhanan bagi para pelaku bisnis, serta fasilitas keamanan yang ditetapkan sesuai aturan perundang-undangan.
Fasilitas yang ada di KEK juga ditambah lagi dengan fasilitas yang sudah ada sebelumnya di FTZ yakni fasi-litas fiskal berupa peniadaan pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan tentu saja Pajak Penghasilan (PPh) bagi para pelaku bisnis. Semua kemudahan ini bisa diperoleh jika investasi di KEK dan tidak bisa ditemukan di FTZ Batam. (ska)
