batampos.co.id – Pembangunan Jembatan Batam Bintan (Babin) akan segera terwujud. Presiden RI Joko Widodo akan mengirimkan tim untuk turun ke Batam melakukan pengecekan. Setelah itu, pemerintah pusat akan langsung membuat atau merancang Detail Engineering Design (DED).

“Ini memang dibutuhkan Kepri. Minggu depan akan saya kirimkan tim untuk mengecek langsung. Dan segera dibuatkan DEDnya,” katanya dalam kampanye akbar di Temenggung Abdul Jamal, Sabtu (6/4).

Jokowi mengatakan, pembangunan jembatan Batam-Bintan tersebut adalah permintaan warga Kepri. Dan memang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi khusus di Batam, Bintan dan Tanjungpinang.

Pengusaha asal Batam Johanes Kennedy menyambut baik pernyataan Jokowi yang akan membangun jembatan Batam-Bintan. Menurutnya, jembatan tersebut memang sangat penting untuk mendukung pembangunan di Kepri terutama di tiga daerah yakni Batam, Bintan dan Tanjungpinang.

Menurutnya, dengan adanya jembatan tersebut maka akan menjadikan Batam dan Bintan lebih kompetitif. Berada di segi tiga Sijori, jembatan itu akan memancing semakin banyaknya investasi yang masuk ke Kepri. Dan ini juga akan memudahkan pengusaha nantinya dalam berinvestasi.

“Misalnya nanti masalah lahan, maka akan banyak pilihan. Kalau memang di Batam sudah tidak ada lahan untuk berinvestasi, maka bisa di pulau Bintan,” tambahnya.

John mengaku sudah pernah bertemu dengan pejabat di kementerian PUPR membicarakan terkait pembangunan jembatan tersebut. Pejabat dari PUPR tersebut sempat ragu karena takut lahan yang dilewati jembatan tersebut akan sama nasibnya dengan Rempang-Galang.

“Nah saya menjelaskan kalau ini sangat jauh bedanya dengan Rempang-Galang. Kalau Rempang-Galang tidak ada yang invest di sana karena memang status lahannya belum jelas dari pusat. Masih status hutan lindung. Tidak bisa dikelola sama sekali. Sedangkan Bintan tidak,” katanya.

Jembatan Batam-Bintan ini pun nantinya jauh berbeda dengan Madura. Di mana di Bintan sudah ada aset seperti Lagoi, Lobam, Kijang pelabuhan dan sebagainya. Jadi dengan adanya jembatan ini maka investasi bisa saling bertukar.

“Misalkan turis yang ad adi Batam, akan lebih mudah ke Lagoi. Sebaliknya, turis yang ada di Lagoi bisa lebih mudah masuk ke Batam,” katanya.

Menurutnya, berinvestasi belasan hingga puluhan triliun untuk Jembatan tersebut tidak ada ruginya. Dia yakin, investasi puluhan triliun dari swasta juga akan cepat masuk.

“Tetapi yang penting perekonomian kita akan terdongkrak. Dan perlu diingat kita berada di selat philip yang dilewati 2500 kapal setiap hari. Jadi jembatan Batam Bintan ini sudah seharusnya dibangun,” harapnya. (ian)