
batampos.co.id – Tumpukan sampah dalam drainase jadi persoalan serius di wilayah Batuaji dan Sagulung. Hampir semua drainase induk bermasalah karena tersumbat sampah.
Beberapa titik drinase bahkan sama sekali tak berfungsi. Sampah yang terlampau banyak ditambah campuran tanah yang terbawa arus menyebabkan drainase khususnya di lokasi penyeberangan air jadi tertutup.
Musim hujan beberapa waktu lalu memperburuk keadaan drainase sebab tumpukan sampah semakin banyak. Drainase depan Genta I hingga Pandawa bahkan tak bisa lagi menampung sampah-sampah baru yang terbawa arus saat hujan. Sampah akhirnya meluber hingga ke atas badan jalan.
Pinggiran jalan R Suprapto Batuaji jadi tak sedap dipandang sebab sampah yang meluber dari dalam gorong-gorong berserahkan di pinggir jalan.
Anton, warga yang berdiam dekat lokasi tumpukan sampah rumah tangga itu menuturkan, tumpukan sampah dalam drainase ini terjadi sejak musim hujan bulan Januari lalu. Semakin hari tumpukan semakin banyak sebab saat hujan sampah-sampah baru terus berdatangan dari berbagai arah.
“Sepertinya pada buang sampah ke drainase makanya jadi begini. Sudah lama ini,” katanya.
Petugas dari satuan tugas pembersih drainase telah berupaya keras menguras tumpukan sampah itu namun belum selesai. Pekerjaan itu sepertinya tak mudah sebab saat membersihkan satu titik, titik drainase lain kembali tersumbat.
“Sudah banyak yang kami kerjakan tapi selang dua tiga minggu sudah penuh (sampah) lagi. Kesadaran buang sampah pada tempatnya masih minim,” ujar Ali, pekerja dari Satgas Drainase, kemarin.
Sampah yang menggenangi drainase tidak saja sampah rumah tangga dan bekas material bangunan tapi juga sampah medis dan salon. Petugas cukup kewalahan sebab sampah kedis dan salon bisa menimbulkan gatal-gatal jika bersentuhan dengan kulit.
“Itu juga jadi persoalan. Kalau korek pakai beko mungkin aman tapi kalau manual seperti kami ini gatal-gatal jadinya,” sebut Alan, pekerja lain.
Menanggapi itu Camat Batuaji Ridwan, menghimbau masyatakatnya untuk tidak buang sampah sembarangan. Masyarakat juga harus budayakan kembali budaya gorong royong untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan masing-masing.
“Memang masih bermasalah itu. Kesadaran masyarakat untuk jaga lingkungan masih minim. Ini yang selalu kami tekankan agar kita semua peduli dengan kebersihan. Budayakan kembali budaya gotong royong kita,” kata Ridwan.
