batampos.co.id – Rencana pembangunan Jembatan Batam – Bintan mendapat tanggapan positif dari asosiasi pengusaha. Jembatan tersebut dianggap dapat mengangkat standar ekonomi masyarakat Kepri.

“Jembatan tersebut akan bermanfaat untuk pemerataan ketimpangan yang terjadi antara Batam dan Bintan,” kata ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, Senin (8/4).

Sejak awal, Batam memang sudah dipersiapkan sebagai daerah industri maju, sehingga kemajuannya lebih pesat dari Bintan dan pulau-pulau lainnya di Kepri.


“Mobilisasi barang dan orang akan semakin mudah dan roda ekonomi di kedua pulau akan bergerak lebih kencang,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa gaung pembangunan jembatan ini sudah lama sekali. Penyebabnya karena anggaran yang dibutuhkan lumayan besar mencapai lebih dari Rp 3 triliun. “Nilainya hampir sama dengan APBD Provinsi Kepri selama setahun,” ucapnya lagi.

Sehingga lebih baik rencana pembangunan jembatan ini diserahkan kepada swasta, meskipun acuan utama investor nanti tetaplah profit dan lama pengembalian modalnya. Kemungkinan besar, pelintas jembatan akan membayar cas.

“Mereka juga akan hitung perkiraan jumlah kendaraan yang melintas untuk mengetahui berapa lama investasinya bisa balik modal. Makanya sudah beberapa kali pihak swasta mencoba, tapi sampai saat ini belum ada yang jalan,” paparnya.

Maka ketika Presiden Jokowi berjanji akan segera merealisasikan jembatan ini, banyak yang berharap dananya berasal dari APBN. Jika menunggu pihak swasta, maka kecil kemungkinan pembangunan jembatan ini akan terwujud. (leo)

Loading...