batampos.co.id – Dinas Pendidikan akan kembali mengajukan penambahan laptop tahun ini. Hal ini guna memenuhi kelengkapan peralatan untuk menghadapi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun depan.
Sekretaris Disdik Batam, Andi Agung mengatakan pengadaan komputer jinjing tersebut merupakan prioritas untuk diusulkan. Menurutnya UNBK tahun ini masih ada sekolah yang menumpang seperti dua SMPN di Kecamatan Belakangpadang.
“Untuk tahun anggaran 2020 akan kami ajukan lagi. Soal jumlahnya masih dihitung dulu karena pengadaan juga harus melihat ketersediaan anggaran,” kata dia, Selasa (9/4).
Ia menargetkan UNBK tahun depan Batam bisa seratus persen mandiri dan tidak menumpang ke sekolah lain. Meskipun beberapa sekolah masih meminjam dari orangtua siswa.
Laptop yang dipinjam dari orangtua tersebut merupakan solusi agar sekolah bisa mandiri dan tidak menumpang. Seperti SMPN 3 Batam. Tahun pertama UNBK mereka menumpang di SMAN 1 Batam. Namun tahun kedua hingga sekarang mandiri.
“Karena ada pinjaman dari orangtua. Jadi mereka bisa ujian di sekolah sendiri. Dan itu pasti lebih nyaman dari pada di sekolah lain,” ujar mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas ini.
Ia menyebutkan kebutuhan komputer atau laptop di sekolah-sekolah masih banyak. Saat ini jumlah komputer yang tersedia hanya 30 persen dari total peserta ujian.
“Bertahap akan coba kami penuhi. Setiap tahun coba diusulkan agar seluruh sekolah negeri bisa UNBK,” sebutnya.
Tahun ini ada dua sekolah baru yang sudah dibangun. Tentu jumlah kebutuhan akan bertambah. Dua sekolah yaitu SMPN 56 dan 57 Batam tahun ini masih menggunakan kertas dan pensil dalam pelaksanaan ujian nasional.
“Mudah-mudahan seluruhnya bisa dipenuhi dan target 100 persen UNBK tercapai,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 56 Batam, Nurhayati mengatakan pelaksanaan UNBK tahun ini memang masih menggunakan kertas dan pensil. Namun ke depan ia berharap bisa segera menggunakan komputer.
“Solusinya mungkin kami pinjam dari orangtua siswa juga,” kata dia.
Selain itu ia juga berharap bisa mendapatkan bantuan dari Disdik untuk pengadaan komputer untuk siswa. “Sekarang kami belum dapat. Karena gedung sekolah juga masih baru. Mudah-mudahan tahun depan ada,” harapnya. (yui)
