Rabu, 8 April 2026

Kerahkan 15 Alat Berat Bersihkan Drainase

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam mengerahkan 15 unit alat berat untuk membersihkan saluran air atau drainase di sejumlah titik yang tersumbat sampah, guna melancarkan aliran air agar tidak memicu banjir.

”Rata-rata sampah plastik yang kami bersihkan. Semua alat diturunkan, termasuk amphibi,” kata Kepala DBM-SDA Kota Batam Yumasnur, Selasa (9/4).

Ia menjelaskan permasalahan selama ini memang ba-nyak tumpukan sampah yang menyumbat saluran air. Beberapa lokasi rawan banjir seperti Perumahan Ricci, Marina, bandara hingga di samping Rumah Sakit Polda sudah selesai dikerjakan.

”Sekarang sudah bersih dari sampah. Tapi kalau masyarakat kembali membuang sampah ke aliran air tentu jadi masalah kembali,” ungkapnya.

Selain sedimen, sampah juga merupakan sumber masalah bagi aliran air. Saat ini, alat tengah membersihkan aliran dekat kampus Putera Batam. Daerah lain seperti Bengkong Telaga Indah juga sudah dikerjakan.

”Alat kan jalan terus. Selama musim kemarau ini aliran air berkurang. Sehingga sedimen dan sampah terlihat menumpuk. Ini yang kami bersihkan,” bebernya.

Yumasnur menyebutkan, seperti aliran air di Batuaji beberapa waktu lalu juga sudah dibersihkan. Tonase sampah plastik yang diangkut juga tidak sedikit. Untuk itu, ia meminta warga untuk tidak membuang sampah ke drainase.

”Dampaknya nanti kalau sudah musim hujan. Sekarang belum. Kalau debit air ber-tambah dan aliran tersumbat, yang kena dampak perumahan warga. Jadi, saya minta sampah jangan dibuang ke drainase terutama yang plastik,” pintanya.

Menurutnya, meskipun seluruh alat sudah dikerahkan, nyatanya belum bisa menye-lesaikan permasalahan banjir, kalau warga tetap membuang sampah ke drainase.

”Tahun ini kami ada dapat bantuan satu alat lagi dari provinsi. Kami berharap pengerjaan semakin maksimal dengan adanya alat baru.”

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan camat untuk penanganan drainase yang tersebar di seluruh Batam.

”Selain yang sudah terjadwal. Kalau ada yang urgent dari camat akan kami prio-ritaskan,” terangnya.

Sementara itu, pantauan di lapangan, pekerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mulai mengeruk drai-nase induk yang tersumbat sampah dan tanah di Batuaji.

Pengerjaan ini fokus pada titik drainase yang berbatasan langsung dengan gorong-gorong atau jalur penyeberangan air, seperti di seberang Simpang Kaveling Baru dan juga depan Ruko Limanda atau Perumahan Genta I.

Alat berat jenis beko itu tidak saja mengorek sampah rumah tangga yang menyumpat gorong-gorong, tapi juga kembali melebarkan sisi-sisi drainase yang diper-sempit oleh semak belukar. Sampah yang dikeruk dari dalam drainase ditumpuk pada satu tempat agar bisa diangkut oleh armada pe-ngangkut sampah.

Normalisasi drainase lanjutan ini sudah berjalan hampir sepekan ini dan hasilnya mulai kelihatan. Drainase yang semula tampak tak terurus dan tersumbat sampah kelihatan bersih dan lebar. Aliran air pembuangan dari permukiman mulai lancar menyeberangi Jalan R Suprap-to melalui gorong-gorong ke drainase induk di wilayah Kecamatan Sagulung.

Normalisasi ini disambut baik masyarakat. Mereka berharap ke depannya tetap ada perawatan rutin sehingga kelancaran saluran drainase tetap terjaga.

”Karena sudah sering dikerjakan tapi ujung-ujungnya kembali sumbat karena tak dirawat. Semoga ke depan ada perawatan rutin agar saluran drainase lancar,” kata Siswanto, warga Genta I.

Sebelumnya, Camat Batuaji Ridwan mengatakan, normalisasi lanjutan ini upaya perawatan rutin dari Pemko Batam untuk mengatasi banjir di Batuaji. Perhatian peme-rintah yang cukup baik ini, hendaknya dihargai masyarakat dengan tidak membuang sampah ke dalam drainase.

“Penyebabnya karena sampah. Sampah kembali lagi ke masyarakat. Ini harus benar-benar disadari agar buang sampah pada tempatnya. Budayakan hidup sehat sehingga lingkungan tempat tinggal jadi sehat dan nyaman,” imbau Ridwan.

DLH Kurang Personelh

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Batam Faisal mengaku belum maksimal dalam pengawasan karena tim yustisi masih kekurangan personel.

”Jadi, kami belum bisa maksimal untuk pengawasan yustisi terkait kebiasaan warga yang buang sampah di parit atau drainase,” kata dia, kemarin.

Selain itu, ia meminta jika ada mendapati drainase yang dipenuhi atau tercemar sampah sulit urai, dapat diinformasikan kepada DLH Kota Batam.

”Segera akan kami tindak lanjuti, kalau ada foto dan lokasinya,” imbuhnya.

Faisal mengatakan, pada umumnya sampah di drainase tidak dibuang langsung pada titik yang kerap ditemui penumpukan sampah. Namun, merupakan sampah yang mengikuti aliran air di drainase.

”Biasanya warga buang sampah di hulu dan menumpuk di hilir,” sebutnya.

Terkait sampah medis, ia mengungkapkan bukan tanggung jawab DLH. Tapi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Seperti ditemukan petugas satgas drainase sampah medis di drainase depan Perumahan Genta 1. Bahkan, petugas Puskesmas Batuaji telah menyisir sejumlah lokasi drai-nase, Senin (8/4). Tim mendapati sampah medis namun sudah tercampur dengan sampah lain. (yui/iza)

Update