Selasa, 7 April 2026

Pelaku Usaha Wisata Bisa Ajukan Kredit Hingga Rp 500 Juta

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Pelaku wisata Batam berpeluang mendapatkan bantuan permodalan. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI dan perbankan akan meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pariwisata.

“Kreditnya hingga (maksimal) Rp 500 miliar. Dananya disiapkan bank,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata, Selasa (9/4).

Ia mengatakan, rencananya Kemenpar RI akan ke Batam melakukan sosialisasi program ini pada akhir April atau awal Mei 2019, mendatang.

“Lebih jelasnya, teknis akan disampaikan dalam sosialisasi ini,” tambah dia.

Pelaku usaha pariwisata yang bisa mengajukan kredit seperti pelaku usaha souvernir, kuliner hingga travel agen. Ia menyampaikan, modal merupakan salah satu pilar dalam pengembangan usaha wisata.

“Bunga bank cukup rendah maksimal 7 persen dan kemudahan dalam bentuk agunan,” ucapnya.

Dengan hadirnya program ini, lanjut Ardi, diharapkan pelaku wisata Batam akan semakin berdaya saing. Disamping itu, pihaknya terus melakukan pendampingan.

“Tentu harapan kita, hal ini berdampak pada semakin baiknya mutu pariwisata kita,” imbuhnya.

Ditanya peluang program itu disinergikan dengan program Kementerian Koperasi, Ardiwinata mengaku kedepan terbuka peluang. Dimana, Kementerian Koperasi dan UKM juga menyiapkan program pengembangan UMKM untuk mendukung parawisata, dengan PLUT.

“Boleh saja sinkron dengan PLUT KUKM, Kitakan lagi data pelaku UMKM,” ujarnya.

Diakui Ardi, pihaknya mendorong UMKM parawisata untuk berkembang, dalam upaya mendorong parawisata Batam. Namun untuk itu, diburuhkan modal dalam pengembangan UMKM.

“Kita butuhkan pelaku usaha yang kuat. Maka bantuan permodalan ini kita harapkan sebesar-besarnya, selagi memungkinkan,” ujarnya.

Dalam upaya pengembangan UMKM untuk mendukung parawisata, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (KUM) Kota Batam, Suleman Nababan, mengungkapkan keberadaan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUMKM).

Saat ini, gedung untuk produk UMKM disiapkan untuk diisi konter produk UMKM. Untuk sementara baru berdiri gedungnya dan mebelernya disiapkan untuk menampung produk UMKM yang akan dipasarkan ke wisman di Bengkong.

Di PLUT nanti, akan dimanfaatkan untuk pengembangan produk seperti pengemasan, sertifikasi halal dan higienis, manajemen usaha, akses permodalan, hingga pemasaran produk. Bangunan PLUT sendiri didirikan di atas lahan seluas 5.000 meter persegi.

Sementara untuk 120 pelaku UMKM Batam, sebelumnya sudah dilakukan pembinaan. Harapannya, kedepan akan ada peningkatan UMKM baik dari produktivitas dan jumlah pelaku usaha. Pelaku UKM juga bisa mengajukan bantuan pendanaan ke bank pelaksana kredit usaha rakyat (KUR). (iza)

Update