
batampos.co.id – Batam memerlukan banyak tanaman hias untuk memperindah tata kota. Pasalnya selain menambah nilai estetika kota, juga ampuh untuk menurunkan tingkat stress masyarakat yang tinggal di kota berbasis industri ini.
“Median Jalan Sudirman itu besar sekali dan cocok untuk mengembangkan taman kota. Makanya pemerintah bisa mengembangkan landscape kota khusus di median jalan,” kata Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Kepri, Supriyanto, Selasa (9/4).
Kekurangan Kota Batam saat ini yakni ruang publik dan ruang hijau yang hanya sedikit. Pedestrian hanya bisa ditemukan di sekitar pusat pemerintahan di Batamcentre dan sejumlah ruas jalan di Nagoya. Makanya di tengah semangat pemugaran infrastruktur yang tengah digenjot Pemerintah Kota Batam, Supriyanto melihat sangat perlu sekali untuk menambahkan tanaman hias seperti Tabebuya yang bunganya berwarna-warni di sepanjang jalan yang baru selesai dilebarkan.
“Sehingga lama-lama bisa menjadi ikon kota. Pemerintah bisa membranding Tabebuya contohnya di ruas Simpang Jam dan Kepri Mall. Sekarang yang terpenting itu niat dari pemerintah untuk melakukannya,” ungkapnya.
Sebelumnya, pemerintah pernah menanam Pohon Tanjung di sepanjang Simpang Hotel Harmoni hingga Simpang Penuin. Dan dalam dua tahun terakhir ini, banyak perusahaan yang menanam pohon Ketapang Kencana sebagai bentuk company social responcibility (CSR) terhadap masyarakat Kota Batam.
“Tapi itu tanaman peneduh. Kalau bisa tanaman hias untuk mempercantik estetika kota. Contohnya seperti di Surabaya. Setelah itu dipelihara bersama. Jangan dirusak karena akan menjadi wajah perkotaan,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pepohonan baik itu tanaman peneduh atau tanaman hias bisa membantu meredakan stres masyarakat yang bekerja di kota industri ini. Penyebabnya suplai udara segar dari pepohonan memberikan manfaat penyembuhan berupa gangguan muskuloskeletal yang berhubungan dengan pekerjaan dan juga merupakan tempat perlindungan untuk mengisi ulang energi dan bersantai.
“Warna hijau merupakan lambang keseimbangan. Oleh karena itu, hijau membantu mata cepat pulih dari ketegangan akibat kerja,” paparnya.
Menurut Direktur Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Sigit Riyanto, banyak masyarakat Batam yang menderita hipertensi. Penyebabnya adalah gaya hidup yang buruk dan stres.
“Saya paling prihatin karena semakin banyak yang menderita stroke. Akibat dari pola makan dan pola hidup yang buruk,” ucapnya belum lama ini.
Sigit mengatakan dalam sehari pasien rawat jalan bisa mencapai 250 orang. Dan 20 diantaranya merupakan penderita penyakit jantung yang awalnya merupakan penderita hipertensi.“Jadi tiga besar penyakit disini adalah hipertensi, diabetes dan jantung. Dan ujung-ujungnya bakal menjadi stroke,” paparnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga turut mengimbau kepada perusahaan-perusahaan untuk membantu penghijauan di Batam. Salah satu perusahaan yang juga aktif dalam penghijauan kota yakni Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sejahtera. Perwakilan dari BPR Sejahtera, Ronni Jayaputra mengatakan bahwa BPR Sejahtera sudah ikut menanam pohon Ketapang Kencana sejak tahun 2018.
“Kami sudah dua tahun menanam pohon Ketapang Kencana. Dulu ada 200 pohon ditanam di belakang Imperium. Sekarang ada 300 yang akan ditanam segera. Lokasinya dari Simpang Flyover Simpang Jam hingga Edukits,” ungkapnya.
CSR ini merupakan bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kota Batam dalam program penghijauan kota. (leo)
