batampos.co.id – Ada pemandangan berbeda ketika memasuki Kawasan Industri Batamindo, Selasa (9/4). Dari pintu gerbangnya, masyarakat disuguhkan pemandangan bunga berwarna merah muda dan putih di sepanjang trotoar di dalam kawasan industri tersebut.
Ya, kembang tabebuya yang menjadi buah bibir masyarakat Batam beberapa hari terakhir ini. Memasuki April 2019 bunga asal Brasil ini tumbuh dan bermekaran di kawasan Batamindo. Serasa berada di Jepang, masyarakat pun menjadikan pemanda-ngan itu sebagai spot foto. Cantik!
Ditambah lagi daun serta kembang bunga yang berjatuhan membuat suasana jalan di kawasan tersebut menjadi lebih indah.
Bak musim semi di Negeri Sakura, Jepang.
Menurut Safitri, seorang pekerja, saat tabebuya mekar, banyak pekerja atau masyarakat yang sengaja memasuki kawasan tersebut untuk sekedar berfoto.
”Jarang-jarang ada pemadangan seperti ini,” kata karyawan PT Schneider itu.
Keindahan tabebuya juga ternyata mencuri perhatiannya. Selepas bekerja, ia senga-ja berjalan kaki untuk menikmati indahnya bunga tersebut.
”Bentuknya mirip bunga sakura. Rasanya jadi kayak ada di Jepang,” kata perempuan 25 tahun sembari tertawa.
Senada juga diungkapkan Dodi, pekerja lainnya. Ia me-ngatakan, bisa ditebak saat bunga tersebut bermekaran, dipastikan warga mengunggahnya di media sosial. ”Heboh memang karena gak setiap saat momen ini ada,” jelasnya.

Tak hanya di kawasan Batamindo, tabebuya juga ditemukan di taman Kantor DPRD Batam dan Taman Aspirasi Batam Center. Berbeda di Batamindo, kembang tabebuya di kedua lokasi itu berwarna kuning. Meski tidak banyak, namun karena warnanya yang mencolok, keberadaannya pun mencuri perhatian warga.
”Cantik. Andai saja ditanami banyak,” kata Margaret, seorang warga.
Ia mengharapkan bunga tabebuya banyak ditanam di trotoar jalan utama, terlebih jalan yang dilalui oleh wisatawan. ”Bagus juga kalau ditanam di jalan, bisa menambah estetika jalan dan kota,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Batam Eryudhi mengatakan, saat berbunga, tatebuya memang mencuri perhatian. ”Kalau sedang berbunga memang cantik,” tuturnya.
Saat ini, pohon tabebuya banyak ditanam di Kebun Raya Batam yang ada di Nongsa. Pihaknya pun berencana untuk memperbanyak pohon tersebut dengan mencari lokasi yang pas untuk mena-namnya. ”Kita akan cari lokasi yang pas untuk pohon itu,” imbuhnya.
Ya, tanaman asli hutan Ama-zon itu seringkali disangka bunga sakura. Pohon ini sen-diri memiliki kelebihan antara lain daunnya tidak mudah rontok. Di saat musim semi bunganya terlihat indah dan lebat. Makanya, tak heran banyak orang mengabadikan momen itu untuk berfoto.
Pohon yang berbatang keras ini juga memiliki bunga yang berbeda-beda. Ada warna kuning, merah muda, putih, merah, dan magenta. Bentuk bunganya juga berbeda. Yang umum ditemukan di Indonesia adalah yang berbentuk terompet dan bergerombol.
Warga Batam pada umumnya berharap koleksi bunga tabebuya maupun bunga sakura sebaiknya diperbanyak di pulau jalan seantero Batam, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan. Juga semakin mempercantik kota.
”Kan enak sambil berken-dara disuguhkan pemanda-ngan bunga yang indah, serasa di luar negeri,” ujar Nisa, warga Legenda Malaka. (une)
