Wiebe Wakker naik ke panggung dan berfoto dengan mobilnya. Beberapa saat kemudian dia melakukan selebrasi dengan sampanye layaknya pemenang lomba balap mobil dunia. Wakker tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Di sepanjang acara, senyum dan tawanya terus berkembang.

Wakker pantas berbahagia. Sebab, dia lebih dari memenangi sebuah lomba. Pria asal Belanda itu telah menempuh perjalanan selama 1.119 hari berkeliling 33 negara. Minggu (7/4) lalu dia tiba di Sydney, Australia, yang menjadi garis akhir perjalanan. Lelah, tapi senang luar biasa.

Loading...

Dia melakukannya dengan The Blue Bandit, julukan mobil listrik kesayangannya. Perjalanan dimulai Maret 2016.

”Jika seseorang bisa berkendara ke sisi lain dunia dengan mobil listrik, kendaraan itu layak dipakai sehari-hari,” ujarnya seperti dikutip AFP.

Demi kampanye yang diberi nama Plug Me In Project tersebut, Wakker merombak mobilnya. The Blue Bandit awalnya adalah mobil berbahan bakar minyak. Wakker berangkat dengan membawa sedikit uang. Dia tak menentukan rute perjalanan. Lewat website miliknya, dia membiarkan orang-orang memilihkan rute untuknya.

Orang-orang yang antusias dan mendukung Wakker sudah menawarkan tempat tinggal, acara penyambutan, dan berbagai hal lainnya. Di situlah Walker menentukan rutenya.

Awalnya dia ingin melakukan perjalanan secepatnya. Namun, antusiasme yang luar biasa di sepanjang perjalanan mengubah pikirannya. Dia ingin menikmati perjalanannya sembari menyosialisasikan manfaat mobil listrik.

”Saya ingin mengubah opini publik dan menginspirasi orang untuk mulai memakai kendaraan listrik,” terangnya.

Dari awal hingga akhir perjalanan, Wakker telah menempuh 95 ribu kilometer. Itu adalah perjalanan terpanjang untuk sebuah mobil listrik. Negara-negara yang pernah disinggahinya, antara lain, Turki, Iran, Uni Emirat Arab, India, Myanmar, Malaysia, dan Indonesia. Di sepanjang perjalanan, Wakker selalu bertemu orang baik yang siap membantunya. Wakker me-ngungkapkan bahwa dirinya hanya mengeluarkan USD 300 (Rp 4,2 juta) untuk pengeluaran listrik. Itu pun mayoritas ketika melintasi padang pasir di pedalaman Australia. Sisanya dibantu orang-orang yang menyambut kedatangannya di setiap tempat.

”Banyak yang membantu saya dalam perjalanan ini. Saya melakukan perjalanan ke negara yang katanya tidak aman seperti Timur Tengah dan India, tapi di mana-mana ada kebaikan penduduk lokal,” terangnya ketika diwawancarai CNN, akhir bulan lalu.

Tak semua perjalanannya didanai orang. Wakker bekerja sambilan di beberapa tempat di sepanjang perjalanan. Uang yang dihasilkan dipakai untuk makan dan memperbaiki kerusakan mobilnya.

Wakker mengungkapkan, sebelum dimodifikasi, mobilnya mungkin akan menghabiskan 6.785 liter bahan bakar untuk melakukan perjalanan keliling dunia tersebut. Namun, dengan mobil listrik, semua jauh lebih murah. Sekali pengisian bahan bakar bisa untuk menempuh 200 kilometer perjalanan. (sha/c10/sof)

Loading...