batampos.co.id – Janji PLN Batam untuk tidak melakukan pemadaman listrik pada H-7 Pemilu 2019 ternyata tak ditepati. Sebab faktanya, Rabu (10/4) kemarin masih terjadi pemadaman listrik di sejumlah titik di Batam.
Seperti pemadaman selama beberapa hari sebelumnya, pemadaman listrik kemarin juga dilakukan bergiliran. Waktu dan durasi pemadaman berbeda di setiap wilayah.
Di Kecamatan Batam Kota, khususnya Kelurahan Belian dan sekitarnya pemadaman terjadi mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, pemadaman listrik secara mendadak dan terus menerus itu bisa merusak sejumlah alat elektronik di rumahnya. Sementara ia mengaku tak tahu jadwal pemadaman dari PLN Batam.
Tak hanya di wilayah Batam Kota, pemadaman listrik juga dirasakan warga di sejumlah kecamatan lainnya. Di Kecamatan Bengkong, misalnya, pemadaman terjadi mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
“Tiba-tiba listrik padam. Ini kerja bangunan rumah jadi terganggu karena lampu sering mati. Matinya tiap hari,” kesal Irwan, warga Bengkong yang sedang merenovasi rumahnya, kemarin.
Sekitar pukul 18.00 WIB pemadaman listrik kembali terjadi di wilayah Batam Kota, tepatnya di Kelurahan Teluk Tering dan sekitarnya. Listrik baru menyala tiga jam kemudian, atau sekitar pukul 21.00 WIB.

foto: iman suryanto untuk batampos.co.id
Direktur Utama PLN Batam Dadan Kurniadipura menjelaskan pemadaman yang terjadi sepanjang Rabu (10/4) kemarin merupakan pemadaman yang tidak terencana. Menurut dia, padamnya listrik kemarin karena ada gangguan pembangkit di Bintan. Kondisi ini kemudian mengakibatkan terganggunya aliran listrik di Batam karena beban puncak yang tinggi.
“Hari ini (kemarin, red) bukan pemadaman, namun padam karena gangguan. Kondisi itu sudah diatasi, mudah-mudahan stabil dan besok tak ada lagi listrik padam,” terang Dadan, Rabu (10/4).
Sehingga Dadan membantah jika pihaknya disebut ingkar atas janji tidak akan ada pemadaman listrik lagi mulai H-7 Pemilu 2019. Sebab, menurut dia, pemadaman kemarin bukan pemadaman terencana atau pemadaman bergilir. Melainkan pemadaman karena gangguan teknis.
“Kalau gangguan itu tak bisa diprediksi juga, sama halnya dengan kita sakit. Siapa yang bisa tahu,” jelas Dadan.
Sementara terkait pemadaman bergilir selama ini yang durasi sangat lama, Dadan mengatakan, hal itu terjadi karena kondisi pembangkit PLN Batam di Tanjunguncang, membutuhkan perawatan ekstra.
“Perawatan ini dilakukan delapan tahun sekali. Di sana ada dua pembangkit yang perawatannya bergantian karena daya yang sangat besar,” jelas Dadan.
Pelayanan Publik Terganggu
Pemadaman listrik yang terjadi selama beberapa hari terakhir membuat sejumlah pelayanan publik terganggu. Salah satunya layanan pe-ngurusan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) di Mapolsek Batuaji.
Pantauan Batam Pos, Rabu (10/4), listrik padam di sebagian wilayah Batuaji, termasuk di Mapolsek Batuaji. Listrik padam mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.
Akibatnya, sejumlah warga yang sudah antre mengurus SKCK harus menunggu berjam-jam sampai listrik kembali menyala.
“Sampai kapan listrik ini mati. Sudah sejam lebih saya menunggu untuk mengurus SKCK tapi belum bisa juga karena listrik mati,” ujar Beni Lubis, warga yang ditemui di Mapolsek Batuaji, Rabu (10/4).
Meski harus menunggu berjam-jam, warga terlihat tetap antre sampai listrik menyala. Sebab mereka mengaku harus segera me-ngurus SKCK untuk melamar kerja.
“Masih sabar menunggu meskipun lama,” ujar Fani, warga Genta II, Batuaji.
Selain layanan SKCK, warga yang hendak membuat laporan kehilangan di Mapolsek Batuaji juga terhambat karena mati lsitrik.
“Ini mau ngurus surat kehilangan kartu ATM, nanti ke bank juga antre lagi jadi lama menunggu,” kata Ika, warga Puskopkar, Batuaji. (cr1, ian, gas she)
