batampos.co.id – Genangan air di simpang PT Jaya Asiatic Shipyard jalan brigjen Katamso, Tanjunguncang mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Pasalnya genangan air bertahan hingga berhari-hari dan memakan separuh badan jalan.
Kendaraan yang bergerak dari simpang Basecamp ke Tanjunguncang harus ekstra hati-hati sebab genangan air itu bisa menyebabkan kecelakaan lalulintas atau hilang kendali karena licin.
Pantauan di lapangan, arus lalulintas sangat terganggu sebab jika jalanan padat seperti pagi dan sore hari, pengendara harua antre untuk bisa melewati jalan dua jalur itu. Sebagian pengendara khususnya pengendara roda dua bahkan nekad mengambil risiko melawan arus di jalur yang datang dari arah berlawanan.
Hamid, seorang pengendara mengatakan, kecelakaan berat ataupun ringan kerap terjadi di lokasi jalan yang tergenang air itu. Pengendara yang buru-buru untuk bekerja kadang tidak memperhitungkan keselamatan di lokasi genangan air.
“Kalau nyalib dan bersenggolan sering. Bahkan ada juga yang nubruk dengan truk. Memang rawan (lokasi yang jalan yang tergenang air),” kata pekerja galangan kapal itu, Jumat (12/4).
Ismianto, warga yang berdiam di dekat lokasi genangan air mengatakan, genangan air ini terjadi hampir sepanjang waktu. Hujan sejam saja, maka genangan air bisa bertahan hingga sepekan kedepan. Ini terjadi karena lokasi jalan yang tergenang air ini berada di dataran rendah dari lingkungan sekitar.
“Samping jalan ini juga kolam besar jadi saat hujan air semua ngalir ke sini dan luapan dari kolam masuk ke jalan ini. Berminggu-minggu baru kering ini karena kolam tadi,” kata pria 48 tahun itu.
Kondisi ini diperparah lagi sistem drainase yang tidak tertata dengan baik. Drainase lebih tinggi dari lokasi jalan sehingga air tak bisa mengalir ke dalam drainase.
Kontur tanah sekitar yang berbukit-bukit menyebabkan lokasi jalan yang lebih rendah tadi jadi sasaran genangan air. (eja)
