batampos.co.id – Segala proyek pengembangan infrastrutur berupa badan jalan dan jalan milik BP Batam saat ini sudah diambil alih oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).
Ini juga termasuk pembangunan enam drainase besar di enam titik rawan banjir di Kota Batam.
“Ini menjadi proyek Kemenpupera, tapi sudah jauh-jauh hari dirancang oleh BP Batam,” kata Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan BP Batam, Boy Zasmita, Kamis (11/4/2019).
Proyek ini akan segera berjalan dalam waktu dekat. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi banjir yang biasa terjadi di musim hujan. Sayangnya, Boy belum bisa memberi gambaran berapa biaya yang diperlukan untuk membangun enam drainase besar ini.
“Kami akan rilis resmi, dimana teman-teman dari Kemenpupera yang sampaikan berapa besar proyeknya dan berapa dananya,” ungkapnya.
Adapun enam titik lokasi pembangunan drainase antara lain di Simpang Raya Nongsa, Tiban dekat pom bensin Vitka dan titik lainnya berada di Batuaji dan Tanjunguncang.
“Makanya untuk jalan utama nanti akan dipasang box culvert. Lalu lintas nanti memang akan terganggu, tapi kami akan antisipasi sebaik mungkin,” paparnya. (leo)
