
batampos.co.id – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ketika mengetahui adanya pencemaran limbah minyak hitam di perairan Batam.
Ia menitahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam diminta segera membentuk Forum Manajemen Krisis.
Pencemaran tersebut sangat mempengaruhi kenyamanan wisatawan.
Menanggapi hal itu, Kepala Disbudpar Kota Batam Ardiwinata mengaku siap menghadirkan Forum Manajemen Krisis ini di Batam. Saat ini ia masih menunggu arahan selanjutnya. Terutama apakah nantinya akan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau atau membentuk tim penanganan krisis kepariwisataan ini sendiri.
“Kami siap. Apalagi itu (Forum Manajemen Krisis, Red) memang diperlukan agar iklim pariwisata tetap terjaga,” tegas Ardiwinata, Jumat (12/4).
Sembari berkoordinasi dengan Dispar Kepri dan Kemenpar, Disbudpar Batam mulai menyiapkan personel yang akan ditempatkan dalam kepengurusan manajemen krisis tersebut. Secara kuantitas, Ardiwinata memastikan bahwa jumlah personelnya cukup.
Meskipun demikian, mantan Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Batam ini menyampaikan, tidak tertutup kemungkinan forum ini juga akan melibatkan instansi terkait. Terutama yang memang fokus pada isu lingkungan. Seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Kanwil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Provinsi Kepri, dan instansi pemerintah dan non pemerintah.
“Siapa saja di dalamnya, itu kami tunggu arahan dari pusat. Kami siap untuk itu,” tutur Ardiwinata.
Lebih jauh, Ardiwinata mengaku bahwa memang berbagai isu yang mempengaruhi perkembangan pariwisata di Batam kerap kali terjadi. Pencemaran laut oleh limbah minyak ini merupakan hal yang memang sering ditemui dan cukup mengganggu sektor pariwisata.
Selain itu, perselisihan penyedia transportasi berbasis online dan konvensional juga masih ditemui. Begitu juga dengan demo buruh yang berdampak pada sektor pariwisata. Sehingga hadirnya manajemen krisis ini dinilai menjadi hal yang mendesak di tengah target tinggi yang dibebankan Kemenpar untuk Kota Batam.
Untuk diketahui, pada 2019 ini Kemenpar menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 2,4 juta. Pada 2018 lalu, jumlah wisman yang datang ke Batam sebanyak 1,8 juta. (bbi/jpc)
