
batampos.co.id – Kasus penikaman yang dilakukan pengusaha Amat Tantoso menarik atensi sesama kalangan pengusaha di Batam. Jumat (12/4/2019) siang kemarin, sejumlah pengusaha kawakan Batam menjenguk Amat yang tengah ditahan di sel Mapolresta Barelang.
Di antara rombongan pengusaha itu terlihat Ketua Apindo Kepri, Cahya. Menurut Cahya, saat dijenguk para pengusaha, kemarin, Amat mengaku terpaksa menusuk korbannya, Kelvin Hong, karena emosi. Sebab Amat merasa telah ditipu oleh korban.
Karena itu, Cahya dan pengusaha lainnya meminta polisi menelusuri dugaan penipuan itu. Para pengusaha juga mendorong Amat untuk membuat laporan polisi jika benar ada indikasi penipuan.
“Kita tidak mau dong, orang luar negeri datang ke sini sewenang-wenang menipu pengu-saha kita. Ini yang kita berikan dukungan. Sama-sama, walaupun dia luar negeri harus jujur. Harus bijak dalam melakukan usaha. Tidak ada yang boleh menipu sana dan menipu sini,” kata Cahya di Mapolresta Barelang, Jumat (12/4).
Menurut Cahya, kondisi Amat di dalam tahanan cukup baik dan sehat. Kepada para pengusaha yang menjenguk-nya, Amat menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan moril yang diberikan.
Selain Cahya, ada juga pe-ngusaha kondang Abidin Hasibuan di antara rombongan, kemarin. Senada dengan Cahya, Abidin berharap pengusutan kasus ini tidak hanya fokus pada penusukan yang dilakukan Amat kepada Kelvin Hong, warga Malaysia itu. Tetapi adanya dugaan penipuan oleh korban kepada tersangka Amat juga harus ditelisik.
“Kenapa dia (Amat Tantoso, red) melakukan penusukan. Kan ada maksudnya dia melakukan itu. Itu yang harus dikejar,” ujar Abidin.
Menurut Abidin, ada asap pasti ada api. Semua kejadian pasti ada penyebabnya. Untuk itu, ia meminta polisi menangani kasus ini dengan tuntas. Sementara bagi Amat, ia berharap segera membuat laporan polisi jika dirinya merasa ditipu.
Namun, Abidin memastikan, kehadiran para pengusaha ke Mapolresta Barelang kemarin murni untuk memberikan dukungan moral kepada Amat Tantoso. Mereka tidak akan melakukan intervensi apapun terkait proses penyidikan dan penanganan kasus tersebut.
“Kami datang hanya untuk melihat Amat. Dia sepupu pengusaha, kami memberikan semangat dan maju terus. Mungkin dia masih mencari keadilan, kalau Amat salah, Amat wajib dihukum,” tuturnya. (gie)
