
batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto menyampaikan Kepri, khusunya Batam sejauh ini aman selama pemilu 2019. Jaminan keamanan ini didukung dengan pengawasan dan pemantauan dari Polri dan TNI serta berbagai stakeholder lainnya.
Kepri yang memiliki 5.477 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 1.230.603 orang, dijamin keamanannya oleh Polri dan TNI untuk memberikan hak suaranya saat pemilu. “TNI, Polri jamin keamanan pemilu 2019. Dan sejauh ini kondisi di Kepri aman, damai dan kondusif,” katanya, Jumat (12/4).
Demi mewujudkan kondisi yang aman, kondusif selama pemilu, saat pencoblosan hingga penghitungan suara. Andap mengatakan menurunkan seluruh jajarannya untuk memantau pengamanan pemilu.
“Seluruh personel kami libatkan. Ada yang ditunjuk menjaga TPS. Selain itu, kami meningkatkan patroli juga,” tuturnya.
Andap mengatakan juga memberdayakan perwira-perwira polisi yang ada di Polda Kepri. Nantinya, seluruh perwira bertanggung jawab sebagai bagian tim asistensi. “Mereka juga ada yang sebagai Pamanwil, Pamenwas. Serta memberikan bantuan ke Polresta, Polres jajaran,” tuturnya.
Dikerahkannya seluruh jajaran polisi ini, untuk memastikan kondisi yang aman di Kepri. “Selain itu, apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Para perwira bisa langsung turun ke lapangan,” ujarnya.
Saat ini, kata Andap proses pemilu yakni pengiriman logistik. Saat pengiriman logistik ini, tidak hanya dikawal KPU, Bawaslu, namun dari pihak kepolisian juga.
“Untuk pengiriman ini, kami memperhatikan anomali cuaca. Karena Kepri ini, terdiri dari berbagai pulau. Jadi mengantisipasi perubahan cuaca mendadak, yang dapat menganggu pengiriman logistik pemilu,” tuturnya.
Andap mengungkapkan berbagai cara dibuatnya menciptakan pemilu yang aman, damai dan sejuk. Salah satunya, mengajak seluruh instansi masyarakat berdoa bersama, agar pemilu 2019 berjalan lancar. “Salah satunya yah ini, acara kegiatan doa bersama yang kami lakukan di Masjid Agung. Bersama-sama kita minta ke Allah, agar Kepri, Indonesia ini selalu aman,” ucapnya.
Dalam doa bersama ini, tidak hanya dihadiri jajaran Polda Kepri saja. Namun juga dari Pemerintah Provinsi Kepri, TNI, pemuka agama dan masyarakat Batam. (ska)
