batampos.co.id – Kembang tabebuya yang tengah bermekar di kawasan Industri Batamindo (KIB) menjadi magnet baru yang dikunjungi masyarakat Batam. Seperti yang terlihat pada , Minggu (14/4/2019), warga dari berbagai penjuru Batam memenuhi lapangan yang berlatarkan pohon asal Brazil tersebut.
Meski kondisi tengah gerimis, tak menyurutkan niat pengunjung untuk datang befoto ke lokasi itu.
Mutiah, warga Batam Center mengatakan sengaja datang untuk berswa-foto dengan tabebuya yang tengah viral di media sosial.
“Saya penasaran karena sudah banyak yang foto ke sini,” katanya.
Ia pun memanfaatkan akhir pekannya untuk datang langsung bersama kedua anaknya. Usai foto, ia pun memamerkannya di laman media sosial miliknya.
“Biar dibilang pernah ke sini,” kata perempuan 30 tahun ini sembari tertawa.
Pemandangan menawan itu juga dimanfaatkan Nining dan kawan-kawannya. Rombongan remaja asal Tiban itu menyempatkan diri berfoto sebelum ia berkunjung ke rumah temannya di Tanjungpiayu.
“Singgah karena mau foto,” ucapnya.
Sementara pantauan di lapangan pada sore hari, memang didapati banyak pengunjung yang menyempatkan diri berswafoto dengan latar belakang Tabebuya. Hal tersebut berlangsung selama seminggu belakangan ini.
“Setiap sore ramai. Mereka cuman datang foto-foto saja,” kata seorang satpam Plaza Batamindo.
Sayangnya, kehadiran masyarakat membuat lokasi KIB tampak kotor. Banyak masyarakat yang membuang sampah plastik sisa bungkusan makanan di area tersebut.
“Tadi diumumin sama pihak KIB untuk jaga kebersihan,” terang Saiful seorang pengunjung.
Manager General Affair Batamindo, Tjaw Hoeing mengatakan pohon yang juga dikenal sebagai pohon Tecoma ini ditanam sejak tahun 1993 oleh divisi estate Batamindo.

Jumlahnya ada 1.836 pohon yang tersebar di seluruh kawasan industri. Namun tidak semua bunganya mekar. Bunga yang mekar hanya berada di pepohonan Tabebuya sepanjang jalan pintu pertama hingga pintu kedua Batamindo serta di sekeliling Wisma Batamindo.
“Tecoma ini sudah ditanam sejak awal berdirinya Batamindo untuk menambah keasrian. Ada warna putih dan pink yang lagi mekar,” katanya belum lama ini.
Pohon tabebuya memiliki kelebihan di antaranya saat musim berbunga, maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat, akarnya tidak merusak rumah atau tembok walau berbatang keras. Selain itu, warnanya juga beragam yakni putih, pink muda, kuning, kuning ke-orange-an, magenta, pink tua, dan ada juga yang merah.
Keindahan tabebuya itu juga menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Kepala Bidang Pertamanan Dinas Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Batam Irwan mengatakan akan memperbanyak jenis pohon tersebut di beberapa lokasi, baik di taman maupun tepi jalan.
“Kami mulai perbanyak,” katanya.
Ia merinci, diantaranya di sepanjang jalan antara Simpang BNI dan Underpass Pelita, Taman Tuah Melayu Batam Center juga di median jalan di Tiban, Sekupang.
“Kami tanam yang warnanya putih dan pink (merah muda),” ungkap dia.
Irwan mengatakan, sejatinya pihaknya sudah lama memulai menanam bungan tersebut, seperti di Taman Aspirasi dan halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam.
“Yang di dua lokasi ini, tabebuya juga, tapi warnanya kuning. Sekarang sedang mekar,” imbuhnya. (une)
