foto: batampos.co.id / ryan agung

batampos.co.id – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di Grands i Hotel, Sabtu (13/4) lalu. Rakerprov ini dilaksanakan untuk menetapkan program kerja IMI Kepri 2019.

Ketua IMI Kepri Usep RS mengatakan rakerprov ini adalah kelanjutan dari rakernas yang digelar di Balikpapan, beberapa bulan lalu. Selain itu, juga dimaksudkan untuk melakukan evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan di tahun sebelumnya.

”Rakerprov ini dihadiri pengurus IMI kabupaten/kota, perwakilan klub mobil dan motor yang ada di bawah naungan IMI Kepri. Ini dimaksudkan untuk menyiapkan program keja yang akan dilaksanakan di tahun 2019,” terangnya, Sabtu (13/4).


Beberapa pokok perhatian IMI Kepri di tahun 2019. Yakni masih maraknya balap liar dan belum tersedianya sirkuit permanen di Kepri. Usep juga menerangkan bahwa IMI Kepri telah berusaha memberikan edukasi pada komunitas-komunitas otomotif dan kalangan pelajar untuk meredam maraknya balap liar.

”Bekerja sama dengan Dirlantas Polda Kepri dan Polresta Barelang, pengurus IMI Kepri acap turun ke jalan dan sekolah untuk mengedukasi bahaya balap liar di jalan,” kata Usep.

Terkait agenda kejuaraan yang akan dilaksanakan di tahun 2019, IMI Kepri akan menggelar empat kejuaraan nasional. Tiga kejurnas drag bike dan satu kejurnas drag race akan digelar dalam rentang waktu 2019. ”Juga akan digelar satu kejuaraan internasional motocross di Dompak, Tanjungpinang. Ini adalah peran serta IMI Kepri untuk membantu meningkatkan pendapatan daerah melalui wisata olahraga,” tegasnya.

Hanya saja, lanjutnya, dengan tidak tersedianya sirkuit permanen di Kepri membuat event-event kejurnas balap motor tidak bisa diselenggarakan.

”Tetapi kami mendapat ganti satu seri Sumatera Cup Prix 2019,” seru Usep. ”Sumatera Cup Prix adalah kejuaraan balap motor bergengsi tingkat regional Sumatera. Dan Kepri mendapat satu seri yang dilaksanakan September mendatang,” sambungnya.

Persiapan menuju Pra PON 2019 juga menjadi bahasan penting dalam rakerprov. IMI Kepri meminta agar klub-klub untuk menyiapkan pembalapnya yang berpotensi dalam gelaran yang menjadi ajang seleksi untuk berlaga di Pra PON.

”Pra PON motocross akan dilaksanakan di Cibinong, Jawa Barat. Sedangkan Pra PON balap motor akan digelar di Sirkuit Sentul. PON Papua 2020 sendiri rencananya akan memperebutkan delapan medali emas,” bebernya.

KONI Kepri sendiri menargetkan satu medali emas pada cabor balap motor. Kejurnas menjadi bagian dari seleksi yang diperuntukkan bagi atlet balap motor Kepri. ”Satu medali emas adalah target realistis bagi cabor balap motor. Karena Kepri punya satu atlet yang punya prestasi tak hanya di tingkat nasional tapi juga di level internasional, yaitu Bima,” sebut Usep.

IMI Kepri juga berencana menggelar training center (TC) terkait dengan persiapan atlet balap motor ke ajang Pra PON. ”Tetapi semuanya kembali pada KONI Kepri. Bagimanapun prestasi membutuhkan fasilitas,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretari KONI Kepri Amri menjelaskan rakerprov adalah bagian penting dalam perjalanan organisasi. Apalagi dengan agenda Pra PON yang sudah semakin dekat.

”Pra PON balap motor akan dilaksanakan 11-15 September. Karenanya IMI Kepri harus menyiapkan atletnya yang berpotensi untuk berlaga di ajang Pra PON dan PON,” jelas Amri.

Terkait dengan raihan satu emas yang dibebankan pada cabor balap motor, Amri menjelaskan ini dibebankan pada semua cabor yang punya peluang besar mendapatkan emas.

”KONI Kepri berencana untuk meningkatkan target raihan emas di ajang PON,” ulasnya.

”Jika di ajang PON 2016, Kepri berada di posisi 19 klasemen akhir, maka untuk PON mendatang Kepri harus bisa masuk dalam 16 besar klasemen akhir,” tambah Amri.

Menurutnya, ini menjadi tugas pengurus IMI Kepri untuk menyiapkan atlet untuk bisa meraih target yang dibebankan.

”Karenanya dalam rakerprov ini harus dirumuskan program kerja yang efektif untuk bisa mengantarkan atlet balap motor Kepri meraih prestasi di PON 2020,” pinta Amri. (yan)

Loading...