ilustrasi

batampos.co id – Produk kuliner dan kerajinan tangan dari Batam dapat menjadi andalan dalam mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batam.

Syaratnya, harus dipadupadankan dengan teknologi digital agar mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

”Dari 16 sektor ekonomi kreatif, kuliner sumbang 70 persen untuk pendapatan domestik bruto sebesar Rp 1.100 triliun. Dan khusus di Batam, ada produk yang berbeda yang hanya bisa diperoleh disini,” kata Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Ekonomi Kreatif Mariaman Purba di Hotel The Hills, Rabu (10/4/2019) lalu.


Menurut Mariaman, banyak produk olahan kuliner seperti dari gonggong yang mungkin hanya bisa didapati di Batam dan pulau-pulau sekitarnya.

”Begitu juga dengan produk kerajinan tangan dari laut dapat dikembangkan agar Batam bisa lebih dikenal lagi,” ungkapnya.

Potensi Batam ditambah lagi dengan lokasinya yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Untuk itu, perlu terus dibangun ekosistem yang dapat menunjang pertumbuhan digital agar produk kuliner dan kerajinan tangan olahan Batam bisa lebih dikenal mancanegara.

Maryaman melihat kalangan mahasiswa di Batam ini sangat kreatif dan berbakat dalam bidang start-up digital.

”Batam memiliki potensi pengusaha milenial yang diharapkan muncul dari mahasiswa perguruan tinggi yang ada disini. Selain itu, Batam yang dikenal sebagai kota transit para turis juga memberikan banyak peluang bisnis baru kepada masyarakatnya,” paparnya.

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Batam, Bekraf memberikan fasilitasi edukasi mengenai bagaimana mengembangkan usaha dari sisi desain produk, memahami konsep bisnis, melakukan foto produk, serta melakukan presentasi produk yang baik, dan bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk menangkap peluang di pasar.

Sedangkan Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemerintah Kota (Pemko) Batam Febrialin mengatakan Batam tengah mempersiapkan diri menghadapi era digital.

”Entrepreneur dalam pemahaman digitalisasi ini erat kaitannya dengan teknologi 4.0. Eranya harus dilalui dan dihadapi,” ungkapnya.

Menurut Febrialin, pengembangan produk kuliner dan kerajinan tangan di Batam harus bisa dimulai dengan proses pemasaran yang apik di website yang dirancang dengan menarik.

”Website ini bisa pasarkan produk-produk yang di Batam. Bahkan bukan saja yang punya bisa gunakan, tapi juga bisa bantu pasarkan produk UMKM lainnya,” ucapnya lagi. (leo)

Loading...