foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Perbaikan jalan di wilayah Marina City, mulai simpang Basecamp hingga Tanjungriau, Sekupang belum maksimal. Ada puluhan titik jalan berlubang yang menghiasi sepanjang jalan menuju kawasan wisata terpadu itu.

Proyek semenisasi pada akhir tahun 2018 lalu, hanya fokus di beberapa titik dekat pemukiman warga di Marina, seperti Simpang Polsek Batuaji dan simpang Perumahan Jupiter. Sementara jalan di lokasi wisata dan perhotelan, belum tersentuh perbaikan sehingga kondisi kerusakannya semakin parah.

Loading...

Pantauan di lapangan, kerusakan terlihat dari depan gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) hingga ke kawasan perhotelan, Marina. Ada puluhan titik jalan berlubang yang sangat mengganggu kenyamanan pengendara. Titik kerusakan paling parah persis depan gedung Bapelkes dan di atas jembatan sebelum kawasan perhotelan.

Jalan berlubang tersebut siap mengancam pengendara yang melintas, terutama pada malam hari karena berada di lokasi tanjakan. Bahkan, selama ini beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas akibat pengendara dari berlawanan arah sama-sama ingin menghindari jalan berlubang.

Kondisi ini sudah sering dikeluhkan masyarakat, terutama warga yang setiap hari melintas di wilayah tersebut. Masyarakat berharap agar kerusakan tersebut disegera diperbaiki, apalagi jalan tersebut sering dilewati rombongan wisatawan asing.

”Sudah banyak yang jatuh (kecelakaan di sini, red). Padahal ini jalur wisatawan, seharusnya benar-benar diperhatikan untuk menggaet wisatawan. Katanya sekarang pemerintah sedang gencar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” kata Hasyim, warga yang ditemui di Marina City, Minggu (14/4) sore.

Hasyim menyebutkan, kerusakan jalan utama ini terlihat merata hingga Jalan Ahmad Dahlan, Sekupang. Jalan yang menghubungkan wilayah Batuaji dan Sekupang via Tanjungriau ini pun dihiasi puluhan lubang. Lubang-lubang tersebut sangat membahayakan pengendara karena umumnya berada di lokasi tikungan dan turunan.

”Banyak pengendara yang terjebak karena tidak bisa melihat kerusakan dari jarak jauh,” sebutnya.

Dari penelusuran Batam Pos di sepanjang jalan tersebut, kemarin, umumnya kerusakan atau jalan berlubang terjadi pada titik yang pernah ditambal. Tambalan jalan kembali rusak dan membentuk lubang pada bahu jalan. Kerusakan paling parah terlihat di lokasi sebelum simpang Marina dari arah Tanjungriau. Ada belasa lubang di jalan sedikit menurun dan tikungan itu.

Ningsi, pengelolah kebun pembibitan bunga dan tanaman dekat gerbang Marina City mengatakan kerusakan jalan di lokasi itu sudah lama, namun bertambah parah karena tergenang air hujan. Selait itu, padatnya arus lalu lintas, termasuk kendaraan proyek menyebabkan aspal jalan cepat retak dan terkelupas.

”Perbaikan memang ada, tapi cuman ditambal aja. Tambal ini yang membuat jalan cepat rusak karena tak padat, sehingga aspal cepat pecah,” ujarnya.

Kerusakan di sepanjang Jalan Ahmad Dahlan ini sampai ke lokasi pemakaman umum Seitemiang. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan para pengendara, karena lokasinya sangat sepi. Apalagi, kawasan tersebut sel;ama ini dikenal rawan terhadap tindak kejahatan jalanan, seperti pembegalan.

”Mohon perhatian pemerintah, jangan hanya fokus pada jalan-jalan di perkotaan. Apalagi di sini kawasan wisata, sering bus wisatawan melintas,” terangnya. (eja)

Loading...