batampos.co.id – Pelaksanaan pemilu serentak di Batam diwarnai dengan berbagai persoalan. Pagi sebelum pencoblosan warga dibuat resah dengan keterlambatan kotak dan surat suara. Pencoblosan baru bisa dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

Tidak berhenti disitu saja, saat pencoblosan warga atau peserta pemilu lagi-lagi dibuat cemas dengan kekurangan surat suara. Kekurangan ini umumnya surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden.

Pemilu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam misalkan, kekurangan 21 lembar surat suara untuk calon presiden dan wakil presiden. Padahal dalam Lapas itu hanya dua TPS dengan jumlah pemili sebanyak 483 orang. Jumlah pemilih ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan total penghuni lapas sebanyak 1.245 orang.


“Kurang 21 lembar untuk capres dan cawapres di sini. Sudah kami koordinasi dengan KPU dan masih menunggu arahan KPU,” ujar KPPS Lapas Bahtiar.

Selain lapas, kekurangan surat suara untuk capres dan cawapres ini juga terjadi di TPS 122 perumahan Buana Raya Sagulung. Total 109 surat suara yang kurang dari total DPT 237 orang.

“Warga marah-marah tadi tapi sudah kami sampaikan ke Panwascam. Lagi diupayakan,” ujar Pengawas Tempat Pemungutan Suara TPS 22 Juli Susanti. (eja)

Loading...