batampos.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (18/04), sehari setelah Pemilu 2019 diperkirakan akan menguat. Sebelumya sehari jelang Pemilu 2019 IHSG ditutup positif  46,39 poin atau 0,72 persen ke posisi 6481.54. Proses penyelenggaraan pemilu menjadi hal positif yang mampu membuat investor menilai baik pada Indonesia.

Analis Panin Sekuritas, Wiliam Hartanto, mengatakan prediksi penguatan ini karena harapan pasar terpenuhi.

Loading...

Hal ini nampak dari masuknya dana asing ke seluruh saham emiten konstruksi.
Hal ini menunjukkan kesiapan mereka menghadapi hasil pemilu.

Pilpres memiliki pengaruh besar, market sudah ditahan lajunya sejak Februari. Ini menunjukkan market baru akan beraksi setelah adanya kepastian dari hasil pemilu.
Melihat ke belakang, dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu, kondisi pasarnya sama dengan kondisi pasar tahun ini. Di mana pelaku pasar antisipasi dan IHSG cukup tertahan pergerakannya, namun secara diam-diam dana asing berkumpul di saham-saham konstruksi dan BUMN.

Hal senada disampaikan Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji. Ia memproyeksikan IHSG akan menguat usai pemilu akibat beberapa hal. Euforia pelaksanaan pemilu yang aman dan damai. Lalu, euforia surplusnya neraca perdagangan per Maret sebesar 540 juta dolar AS.

Ekonom Samuel Asset Management, Lana Soelistianingsih, menuturkan bahwa rupiah dipastikan menguat setelah hasil Pemilu. Dia mengungkapkan, saat ini di pasar Amerika Serikat (AS) posisi rupiah sudah menguat terhadap dolar AS yakni di posisi Rp 13.977 per dolar AS.

“Biasanya kalau di sana (AS) dibuka menguat, besok (hari ini pembukaan perdagangan) juga akan kebawa (menguat),” katanya, kemarin.

Lana melanjutkan, penguatan rupiah ini sebagai bentuk euforia dari masyarakat Indonesia terkait hasil pemilu. Di samping itu, bagi investor, usainya gelaran pesta demok-rasi ini mengakhiri ketidakpastian di pasar. Sehingga, mereka bisa mengkalkulasi return serta menghitung risiko investasi di Indonesia. Dampaknya, aliran modal asing akan kembali deras.

“Memang biasanya inflow (aliran modal asing masuk), karena ketidakpastian sudah berkurang. Ini bisa bagian dari sentimen positif terhadap rupiah,” lanjutnya.

Namun, Lana menekankan bahwa derasnya aliran modal asing ini sifatnya musiman. Dia menguraikan, setiap tahun pemilu, modal asing selalu konsisten masuk ke Indonesia sampai akhir tahun.

“Itu terjadi di Pilpres 2004, 2009, dan 2014. Setelah pilpres baru bervariasi, ada yang naik ada yang turun,” imbuhnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, investasi tahun ini akan didorong oleh berkurangnya ketidakpastian akibat pemilu. Di samping itu, proyek infrastruktur masih akan dijalankan meski tidak akan seagresif seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Infrastruktur itu berdampak,” kata Darmin usai menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, Rabu (17/4).

Dari 223 proyek infrastruktur strategis, ada 65 proyek yang masih dalam proses pem­bangunan. Jika pembangunan itu terus dijalankan, maka pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak. Investasi pun akan lebih deras mengalir karena infrastruktur di Indonesia sudah lebih memadai. Selain itu, jika proyek infrastruktur yang sudah dibangun dinilai berhasil, maka hal tersebut akan menjadi sentimen yang baik bagi optimisme investor.

Realisasi investasi sendiri sebenarnya sudah melambat sejak tahun lalu. Pada 2018, realisasi investasi hanya tumbuh 4,1 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 721,3 triliun. Kinerja Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 328,6 triliun, tumbuh melesat 25,3 persen. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) turun 8,8 persen, dengan angka realisasi Rp 392,7 triliun.

Perlambatan investasi ini disebabkan beberapa hal. Di antaranya sikap wait and see investor karena Indonesia akan menghadapi tahun pemilu, serta perang dagang yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global.

“Sebenarnya kalau untuk kebijakan kita lima tahun ke depan itu tadinya praktis sudah kita siapkan sejak 2-3 tahun lalu. Tapi ya tiba-tiba ada dadakan itu (perang dagang) juga,” ujar Darmin.

Untuk itu, dia mengimbau agar pemerintah dan para menteri ekonomi yang menjabat nantinya bisa fokus pada ekspor dan investasi. Dari sisi investasi, Online Single Submission (OSS) perlu dilanjutkan dan disempurnakan agar menyatu dengan perizinan di daerah. Kemudian, pembangunan infrastruktur dan tax holiday juga perlu dilanjutkan.

Sementara untuk meningkatkan ekspor, pelatihan vokasi perlu diperbanyak agar neraca jasa tidak semakin menambah defisit, di saat neraca dagang juga belum mengalami surplus yang besar. Dengan begitu, neraca transaksi berjalan juga tidak mengalami pelebaran defisit.

Menteri Keuangan Sri Mul­yani menambahkan, aliran modal asing akan kembali mengalir deras ke Indonesia. Selain karena Indonesia mampu menyelenggarakan pemilu yang tertib dan aman, kepercayaan investor asing pada Indonesia juga akan semakin membaik.

“Setelah pemilu, orang akan fokus bagaimana pemerintahan menjalankan program-programnya,” tutur Ani. (nis/rin)

Loading...