batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengklaim ekspor nonmigas dari Batam mengalami peningkatan. Penyebabnya, karena Batam dapat pasar baru dari negara pecahan Uni Soviet, yakni Kazakhstan.

”Ada pasar baru yakni Kazakhstan. Pasar ekspor baru untuk barang konsumsi dan pakaian jadi,” kata Kepala BP Batam Eddy Putra Irawadi, Selasa (16/4/2019) di Gedung Marketing Centre BP Batam.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, ekspor ke Kazakhstan menga-lami peningkatan hingga 191.965 persen. Dan pada Maret lalu, nilai ekspor Kazakhstan mencapai 53,68 juta dolar Amerika. Padahal di tahun sebelumnya, nilai ekspor bahkan tidak sampai ke angka 1 juta dolar Amerika.


”Baru kemudian ekspor naik itu ke Swiss. Lebih tajam ini naiknya sekitar 364 persen. Saya belum tahu ekspor apa, tapi dari yang saya dengar itu barang konsumsi,” paparnya.

Ekspor ke Swiss pada Maret lalu mencapai 30,33 juta dolar Amerika. Nilainya jauh meningkat jika dibandingkan dengan Maret 2018 yang mencapai 6,52 juta Dolar Amerika.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, nilai ekspor Kepri pada Maret 2019 turun sebesar 2,34 persen dibanding Februari. Nilainya sebesar 736,84 juta dolar Amerika.

”Ekspor migas Maret sebesar 377,13 juta dolar Amerika atau turun 4,66 persen dari Februari 2019. Sedangkan ekspor nonmigas mencapai 359,71 juta dolar Amerika atau naik hanya 0,22 persen,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi, Rahmad Iswanto.

Ekspor terbesar yakni barang mesin dan peralatan listrik sebesar 97,06 juta dolar Amerika. Secara kumulatif dari Januari hingga Maret, nilainya sudah mencapai 305,73 juta dolar Amerika atau berkontribusi sebesar 24,62 persen untuk ekspor nonmigas.

”Sedangkan negara tujuan ekspor terbesar yakni ke Singapura dengan nilai ekspor 451,82 juta dolar Amerika. Kalau secara kumulatif dari Januari, maka nilainya sudah mencapai 1.556,96 juta dolar Amerika atau sekitar 62 persen,” paparnya. (leo)

Loading...