
batampos.co.id – Rumah tahanan (Rutan) kelas II A Batam memiliki petugas keamanan tambahan selain sipir untuk mengawasi seluruh penghuni rutan. Petugas keamanan tambahan ini adalah regu Pramuka yang anggotanya adalah warga binaan yang akan segera bebas.
Regu pramuka ini ada sembilan orang. Mereka dibekali kedisiplinan dan latihan khusus oleh sipir rutan agar bisa membantu pekerjaan sipir dalam hal menjaga dan mengamankan warga binaan yang lain.
“Sudah lama mereka ini. Tugasnya ya bantu-bantu petugas kami yang ada dalam rutan,” ujar Karutan Batam Robinson, Rabu (17/4).
Untuk menjadi regu pramuka ini tidak mudah. Mereka harus melalui sejumlah seleksi dengan syarat utama harus berstatus narapidana dengan masa hukuman yang singkat serta sisa masa pidana dibawa satu tahun.
“Kasus-kasus kriminal ringanlah dan mau bebas. Mereka dibekali dengan keterampilan ini agar bebas nanti sudah punya skill bisa jadi sekuriti atau petugas keamanan lainnya. Yang penting mereka diajar disiplin dulu,” kata Robinson.
Regu pramuka ini bekerja membantu petugas sipir setiap hari. Mereka diwajibkan mengenakan seragam pramuka yang lengkap. Mereka sangat membantu petugas sipir sebab mereka lebih kenal dan tahu penghuni rutan lainnya.
“Tak ada masalah sejauh ini. Malahan kami sangat terbantu sebab mereka bisa menutupi kekurangan tenaga pengaman yang ada. Petugas keamanan kami hanya 101 orang sementara penghuni ada 1.171 orang. Dengan tambahan regu pramuka ini bisa lebih baik lagi pengamananan dalam rutan ini,” kata Robinson.
Pantauan saat pelaksanaan pemilu kemarin, regu pramuka cukup sibuk sepanjang hari. Mereka turut mengatur keluar masuk warga binaan lain ke lokasi TPS. Mereka juga berbagi tugas dengan penjaga gerbang untuk awasi tamu yang datang ke dalam rutan. (eja)
