
batampos.co.id – Program Rumah Pangan Lestari (RPL) yang dijalankan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam dengan target perorang belum maksimal.
Hal ini diakui langsung oleh Kepala DKPP Batam Mardanis. Ia mengatakan, hal ini karena kterlibatan masyarakat yang kecil. “Kelompoknya (yang terlibat) sedikit,” kata dia, kemarin.
Untuk itu, tahun ini pihaknya akan memfokuskan puluhan kelompok yang akan diberi nama Kelompok Wanita Tani yang akan bermitra dengan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
“Jadi tak lagi bantu perorangan. Kelompok ini, tersebar di berbagai kelurahan-kelurahan. Ada di sekupang, Batuaji maupun Seiebduk dan kecamatan lain,” ucap dia.
Mendukung program ini, pihaknya menyertakan dua ribu bibit cabe. Tidak hanya sekadar diminta menanam, wanita-wanita yang tergabung dalam kelompok ini akan terus dibimibing, tentang tata cara pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan.
“Penyuluhan tetap kami sertakan, tidak hanya penanaman cara memindahkan ke polibag pun kami beri tahu caranya,” paparnya.
Ia menyampaikan, kelompok ini akan dilanuching pasca pemilu agar agendanya lebih terstruktur. Ke depan, pihaknya juga akan melakukan peningkatan jumlah kelompok hingga bantuan bibit.
“kami akan tambah 5 ribu bibit. Tak hanya bantu cabe, sayuran juga kami bantu,” imbuhnya.
Ia mengatakan, RPL ini jika dijalankan dengan baik akan membantu ketahana pangan Batam, apalagi daerah ini dikenal bukan daerah penghasil.
“Ini misal, ada 1000 orang beli cabe di pasar, dari angka ini yang tanam sekitar 100 orang, kan lumayan untuk mengurangi pengeluaran dan kebutuhan akan cabe akan terbantu. Minimla menurunkan inflasi lah,” paparnya. (iza)
